Kredit UMKM Indonesia Capai Rp1.482,9 Triliun pada Januari 2026
Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate 5,75 persen, sementara OJK mencatat kredit UMKM Januari 2026 mencapai Rp1.482,9 triliun. OJK memproyeksikan pertumbuhan 7–9 persen pada 2026.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen pada 22–23 September 2026 dan tetap mengarahkan kebijakan makroprudensial untuk mendorong kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan penyaluran kredit UMKM pada Januari 2026 mencapai Rp1.482,9 triliun. Nilai tersebut sekitar 17,33 persen dari total penyaluran kredit atau pembiayaan. Kredit UMKM pada periode yang sama mengalami moderasi sebesar 0,53 persen secara tahunan.
OJK memproyeksikan penyaluran kredit UMKM pada 2026 tumbuh 7–9 persen secara tahunan. Proyeksi itu disampaikan ketika akses pembiayaan bagi pelaku UMKM masih menjadi perhatian dalam kebijakan penguatan sektor usaha tersebut.
Kredit UMKM penting bagi pembiayaan usaha nasional
Besarnya penyaluran kredit UMKM menunjukkan posisi pembiayaan sektor ini dalam sistem keuangan Indonesia. Namun, porsi 17,33 persen dari total kredit atau pembiayaan dan moderasi tahunan 0,53 persen menunjukkan bahwa peningkatan akses belum hanya bergantung pada ketersediaan kebijakan moneter dan makroprudensial.
Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate 5,75 persen sambil menjalankan kebijakan makroprudensial yang diarahkan untuk mendorong pertumbuhan kredit, termasuk bagi UMKM. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga dukungan pembiayaan bagi sektor riil tanpa mengabaikan stabilitas sistem keuangan.
OJK menyatakan fundamental sektor UMKM tetap terjaga meski penyaluran kredit pada awal 2026 mengalami moderasi. Proyeksi pertumbuhan 7–9 persen pada 2026 menjadi gambaran arah penyaluran kredit UMKM setelah capaian Januari.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
Mengapa Transaksi Berjalan Indonesia Defisit US$1,5 Miliar pada 2025?
Defisit transaksi berjalan Indonesia pada 2025 menyusut dibanding 2024. Memahami komponennya membantu membedakan surplus perdagangan dari ketahanan ne…
Terbaru di Entrepreneur

Berita utama hari ini

Baca juga





