LPEM UI Proyeksikan Inflasi Oktober 2026 hingga 3,31 Persen
LPEM Universitas Indonesia memperkirakan inflasi Oktober 2026 mencapai 3,25-3,31 persen secara tahunan. Kenaikan harga cabai menjadi salah satu pendorong utama proyeksi tersebut.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Indonesia — Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia memproyeksikan inflasi Oktober 2026 sebesar 3,25-3,31 persen secara tahunan dan 0,25-0,30 persen secara bulanan. Proyeksi itu disampaikan pada 12 Oktober 2026.
Mengapa ini penting: Proyeksi tersebut memberi gambaran arah inflasi Oktober, sementara kenaikan harga cabai dapat meningkatkan pengeluaran rumah tangga.
Menurut laporan LPEM UI yang dikutip CNBC Indonesia, proyeksi tersebut mengasumsikan tidak ada penyesuaian harga yang diatur pemerintah, terutama bahan bakar minyak bersubsidi, selama Oktober. Inflasi tahunan Oktober 2025 tercatat 2,86 persen, sedangkan inflasi bulanan September 2026 mencapai 0,30 persen.
Cabai menjadi pendorong
LPEM UI menyebut cabai rawit dan cabai merah sebagai dua penyumbang utama inflasi bulanan. Pada September 2026, cabai rawit memberi andil 0,08 poin persentase dan cabai merah 0,06 poin persentase.
Harga cabai rawit merah pada September naik 39 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi Rp92.505 per kilogram di tingkat eceran. Harga cabai rawit hijau naik 18 persen menjadi Rp65.068 per kilogram.
Data Badan Pusat Statistik yang diberitakan Kontan menunjukkan kenaikan harga cabai rawit terjadi di 72,32 persen wilayah Indonesia pada pekan kedua September. Rata-rata nasionalnya mencapai Rp76.216 per kilogram, di atas batas atas harga acuan penjualan.
BPS juga mencatat inflasi September 2026 sebesar 0,30 persen secara bulanan dan 3,28 persen secara tahunan. Cabai rawit menjadi penyumbang terbesar dalam kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,08 poin persentase.
Proyeksi LPEM UI dapat berubah apabila pemerintah menyesuaikan harga yang diatur, terutama BBM bersubsidi, pada Oktober 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
MotoGP Mandalika 2026 Diperkirakan Berdampak Hampir Rp5 Triliun
MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober. InJourney memperkirakan dampak ekonominya hampir Rp5 triliun, dengan keterlibatan hin…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga





