Kabar18.com

Rabu, 21 Oktober 2026

Manado-Likupang dan Danau Toba Dorong Pemerataan Pariwisata

Kementerian Pariwisata mencatat kunjungan wisatawan mancanegara ke Manado-Likupang tumbuh 60,42 persen dan Danau Toba 33,40 persen pada kuartal I 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Danau Toba.
Ilustrasi: Danau Toba. · Foto: ButetSinaga / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Jakarta — Kementerian Pariwisata menyebut pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara pada kuartal I 2026 mulai meluas dari Bali ke Manado-Likupang dan Danau Toba, berdasarkan perbandingan dengan periode yang sama pada 2025.

Kawasan Manado-Likupang mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 60,42 persen, sedangkan Danau Toba tumbuh 33,40 persen. Data tersebut menjadi gambaran bahwa aktivitas pariwisata mulai berkembang di luar destinasi yang selama ini menjadi tujuan utama.

Perkembangan itu disampaikan dalam evaluasi dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan arah pembangunan pariwisata berorientasi pada dampak nyata dan pemerataan agar peluang ekonomi dapat dirasakan masyarakat di luar kota-kota besar.

Pertumbuhan destinasi memperluas peluang ekonomi daerah

Selain kunjungan wisatawan mancanegara, Danau Toba mencatat pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara sebesar 106,68 persen pada periode 2025 hingga 2026. Lombok-Gili Tramena berada setelahnya dengan pertumbuhan 75,45 persen.

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyatakan pemerataan pariwisata perlu diikuti peningkatan kualitas destinasi dan tata kelola usaha. Wisatawan membutuhkan destinasi yang aman dan bersih, sedangkan pelaku usaha memerlukan persaingan yang sehat serta aturan yang adil.

Kementerian Pariwisata juga menata ekosistem usaha akomodasi jangka pendek. Hingga 23 September 2026, sebanyak 113.692 unit usaha telah memiliki Nomor Induk Berusaha. Jumlah itu bertambah 44.852 unit atau meningkat 65,2 persen dibandingkan 31 Maret 2025.

Penataan tersebut dilakukan melalui peninjauan lapangan, pembinaan pelaku usaha di tujuh provinsi, serta kemitraan dengan sembilan agen perjalanan daring. Sebanyak 1.553 pelaku usaha dan operator mengikuti kegiatan pelatihan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pariwisata

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.