Manggarai Tetapkan Transisi Pemulihan Gempa Selama 90 Hari
Pemerintah Kabupaten Manggarai memulai masa transisi darurat ke pemulihan selama 90 hari setelah tanggap darurat gempa berakhir. Penanganan pengungsi, layanan dasar, hunian, dan infrastruktur dilanjutkan.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Ruteng — Pemerintah Kabupaten Manggarai menetapkan masa transisi darurat ke pemulihan selama 90 hari mulai 29 September 2026, setelah masa tanggap darurat gempa bumi berakhir pada 28 September 2026.
Keputusan tersebut menandai peralihan penanganan bencana dari fase tanggap darurat menuju rehabilitasi dan rekonstruksi. Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit menyatakan berakhirnya masa tanggap darurat tidak berarti penanganan dampak gempa selesai.
Masa tanggap darurat sebelumnya berlangsung sejak 15 Agustus hingga 28 September 2026. Menurut Pemerintah Kabupaten Manggarai, masa transisi masih memuat unsur kedaruratan agar pekerjaan yang belum selesai dapat dituntaskan dan menjadi dasar pemulihan pascabencana.
Mengapa masa transisi penting bagi warga Manggarai
Selama 90 hari, pemerintah daerah tetap memberi perhatian kepada warga terdampak, terutama pengungsi, kelompok rentan, anak-anak, lansia, dan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.
Pekerjaan lanjutan mencakup penyediaan hunian sementara dan hunian tetap, pelayanan kesehatan, pendidikan, pemenuhan kebutuhan logistik, perlindungan masyarakat, serta penanganan fasilitas dan infrastruktur yang terdampak gempa.
Pemerintah Kabupaten Manggarai juga mempercepat pengumpulan dan pemutakhiran data. Data tersebut menjadi dasar penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana.
Detik.com melaporkan bahwa Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo mengakhiri status tanggap darurat gempa bumi Flores. Untuk Manggarai, fase transisi darurat menuju pemulihan berlangsung 90 hari setelah status tanggap darurat berakhir.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Daerah

Api Hamzah Batik di Malioboro Padam Pukul 04.45 WIB
Kebakaran Hamzah Batik di Malioboro, Yogyakarta, padam sekitar pukul 04.45 WIB setelah tiga jam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

