Mengapa IHSG Tertekan Minyak dan Konflik Energi di Jakarta
IHSG turun 0,75 persen ke level 6.146,72 di Jakarta pada 7 Oktober 2026. Tekanan terjadi saat harga minyak naik dan dolar Amerika Serikat menguat terhadap mata uang Asia.
Oleh Mukmin John
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,75 persen ke level 6.146,72 pada perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026, setelah mayoritas sektor saham melemah.
Data RTI yang dikutip Liputan6.com mencatat IHSG sempat bergerak pada level tertinggi 6.214,76 dan terendah 6.136,19. Pelemahan juga terjadi pada indeks LQ45 yang turun 0,40 persen menjadi 605,72.
Tekanan pasar saham domestik berlangsung sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa regional Asia. Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengaitkan kondisi itu dengan kenaikan harga minyak mentah dunia setelah eskalasi serangan Houthi mengganggu jalur distribusi energi.
Kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap inflasi energi. Pada saat yang sama, indeks dolar Amerika Serikat masih menguat sehingga mata uang Asia, termasuk rupiah, cenderung tertekan.
Mengapa tekanan eksternal penting bagi investor Indonesia
Perubahan harga minyak dan nilai tukar dapat memengaruhi sentimen investor terhadap saham domestik. Kenaikan biaya energi berpotensi memperbesar perhatian pasar terhadap inflasi, sementara penguatan dolar Amerika Serikat dapat menambah tekanan terhadap mata uang Asia. Pergerakan bursa regional juga menjadi acuan sentimen ketika investor menilai risiko pasar Indonesia.
Data perdagangan menunjukkan tekanan tidak hanya terjadi pada satu kelompok saham. Liputan6.com melaporkan mayoritas sektor saham berada di zona merah pada penutupan perdagangan tersebut. CNBC Indonesia mencatat sektor energi turun 2,6 persen, sektor infrastruktur turun 1,8 persen, dan sektor material dasar turun 0,8 persen.
Perdagangan berlangsung pada Rabu, 7 Oktober 2026, di Jakarta. Laporan Kontan pada 8 Oktober 2026 menyebut kenaikan harga minyak dunia, imbal hasil US Treasury, dan penguatan dolar Amerika Serikat masih membatasi ruang penguatan IHSG. Laporan itu juga menyebut tekanan eksternal menjadi risiko utama indeks.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Gaya Hidup
Lima Pilihan Kolam Renang Khusus Perempuan di Jakarta
Sejumlah kolam renang dan sesi khusus perempuan tersedia di Jakarta. Tarif dewasa yang disebut berkisar Rp30.000 hingga Rp65.000, dengan jadwal layana…
Terbaru di Analisis

Berita utama hari ini

Baca juga




