Kabar18.com

Kamis, 24 September 2026

Mengapa Inflasi Tidak Berarti Semua Harga Menjadi Lebih Murah?

Inflasi 2,92 persen pada 2025 masih berada dalam sasaran. Memahami beda antara perlambatan inflasi dan penurunan harga membantu membaca biaya hidup secara lebih tepat.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seseorang membawa keranjang belanja merah berisi sayuran hijau segar di pasar atau toko kelontong.
Ilustrasi: Seseorang membawa keranjang belanja merah berisi sayuran hijau segar di pasar atau toko kelontong. · Foto: Kampus Production / Pexels

Inflasi Indonesia perlu dibaca sebagai perubahan rata-rata harga barang dan jasa, bukan tanda bahwa semua harga turun. Untuk 2026, pemerintah dan Bank Indonesia menetapkan sasaran inflasi 2,5 persen dengan deviasi 1 persen, sementara inflasi 2025 tercatat 2,92 persen, menurut Bank Indonesia, 2026.

Apa sasaran inflasi Indonesia pada 2026?

Sasaran inflasi 2026 berada pada 2,5 persen dengan deviasi 1 persen, sehingga kisaran yang menjadi rujukan kebijakan adalah 1,5 sampai 3,5 persen, menurut Bank Indonesia, 2026. Sasaran ini ditetapkan pemerintah untuk periode 2025-2027 melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31 Tahun 2024.

Apakah inflasi 2025 berada dalam sasaran?

Bank Indonesia mencatat inflasi 2025 sebesar 2,92 persen secara tahunan. Angka itu masih berada dalam kisaran sasaran 2,5 persen dengan deviasi 1 persen, menurut Bank Indonesia, 2026.

Mengapa inflasi tidak berarti semua harga menjadi lebih murah?

Inflasi mengukur laju kenaikan tingkat harga secara umum. Ketika laju inflasi melambat, harga masih dapat meningkat, tetapi kenaikannya lebih kecil dibandingkan periode sebelumnya; penurunan harga secara umum disebut deflasi.

Karena indeks inflasi mencakup banyak kelompok barang dan jasa, pengalaman tiap rumah tangga dapat berbeda. Perubahan harga pangan, transportasi, perumahan, atau kebutuhan lain akan memengaruhi pengeluaran sesuai pola konsumsi masing-masing.

Siapa yang menjaga inflasi tetap dalam sasaran?

Pemerintah dan Bank Indonesia memperkuat koordinasi untuk menjaga inflasi Indeks Harga Konsumen pada kisaran 2,5 persen dengan deviasi 1 persen pada 2026, menurut Bank Indonesia, 2026. Bank Indonesia juga menyatakan inflasi 2026 diprakirakan tetap berada dalam sasaran tersebut.

Bagaimana membaca angka inflasi secara tepat?

  • Inflasi tahunan membandingkan tingkat harga dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
  • Sasaran inflasi adalah rujukan kebijakan, bukan jaminan bahwa setiap komoditas bergerak pada angka yang sama.
  • Angka inflasi nasional merupakan ukuran agregat, sehingga tidak otomatis menggambarkan perubahan biaya hidup setiap keluarga.

Data BPS menunjukkan indikator pasar kerja juga berubah dari waktu ke waktu: tingkat pengangguran terbuka Agustus 2025 sebesar 4,85 persen, turun dari 4,91 persen pada Agustus 2024, dan jumlah penganggur terbuka tercatat 7,46 juta orang, menurut BPS, 2025. Data ini berbeda dari inflasi, tetapi membantu menempatkan kondisi ekonomi rumah tangga dalam konteks yang lebih luas.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.