Kabar18.com

Rabu, 7 Oktober 2026

Mengapa Pariwisata Indonesia Pulih pada 2026?

BPS mencatat 10,58 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 842,15 juta perjalanan wisatawan nusantara pada Januari–Agustus 2026. Keduanya tumbuh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· Peristiwa: · 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Koper kulit cokelat bergaya klasik dengan topi baret biru dan kacamata di atasnya.
Ilustrasi: Koper kulit cokelat bergaya klasik dengan topi baret biru dan kacamata di atasnya. · Foto: By Esmirna / Pexels

Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pemulihan pariwisata Indonesia pada Januari–Agustus 2026 melalui 10,58 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia dan 842,15 juta perjalanan wisatawan nusantara di dalam negeri.

Kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari–Agustus 2026 meningkat 5,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut disebut menjadi yang tertinggi sejak 2020. Pada Agustus 2026 saja, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,60 juta, naik 6,27 persen dibandingkan Agustus 2025.

BPS juga mencatat perjalanan wisatawan nusantara pada Januari–Agustus 2026 mencapai 842,15 juta perjalanan. Jumlah itu meningkat 4,29 persen secara tahunan dan menjadi capaian tertinggi untuk periode Januari–Agustus sejak 2019. Pada Agustus 2026, perjalanan wisatawan nusantara tercatat 104,30 juta, naik 11,47 persen dibandingkan Agustus 2025, meski turun 2,92 persen dibandingkan Juli 2026.

Mengapa data ini penting bagi pembaca

Data BPS memperlihatkan dua sisi pergerakan pariwisata nasional: kedatangan wisatawan dari luar negeri dan mobilitas masyarakat di dalam negeri. Kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara memberi gambaran tentang pemulihan arus perjalanan internasional, sementara pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara menunjukkan aktivitas perjalanan domestik tetap menjadi bagian besar dari pergerakan pariwisata.

Komposisi wisatawan mancanegara pada Agustus 2026 didominasi pemegang paspor Malaysia sebesar 18,52 persen. Australia menyusul 10,75 persen dan Tiongkok 10,16 persen. Data tersebut menunjukkan pasar Asia dan Australia menjadi sumber utama kunjungan pada bulan itu.

Untuk pembaca di Indonesia, angka perjalanan wisatawan nusantara membantu membaca skala mobilitas domestik selama delapan bulan pertama 2026. Sementara itu, angka kunjungan wisatawan mancanegara memberikan konteks bagi perkembangan destinasi, pintu masuk, serta kegiatan usaha yang melayani perjalanan internasional.

BPS menyampaikan data tersebut dalam laporan mengenai perkembangan pariwisata dan mobilitas wisatawan hingga Agustus 2026. Laporan yang tersedia tidak menyebutkan kebijakan lanjutan atau target baru setelah periode pengamatan tersebut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.