Mengapa Pesantren Sunan Drajat Kembangkan Ekonomi Digital
Pesantren Sunan Drajat di Lamongan mengembangkan koperasi digital, pembayaran Face ID bagi santri, dan sekitar 200 gerai ritel dengan pendampingan Bank Indonesia.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Lamongan — Pondok Pesantren Sunan Drajat mengembangkan Koperasi Digital Pesantara, pembayaran dengan Face ID bagi santri, dan jaringan sekitar 200 gerai ritel di Lamongan, Jawa Timur. Pengembangan usaha itu mendapat perhatian serta pendampingan Bank Indonesia.
Pesantren Sunan Drajat tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga mengembangkan kegiatan ekonomi melalui Lembaga Ekonomi Sunan Drajat. Inovasi yang disebut mencakup koperasi digital, sistem pembayaran berbasis Face ID, pengelolaan gerai ritel, serta produksi berbagai barang secara mandiri.
Jaringan ritel tersebut mayoritas tersebar di Jawa Timur dan tumbuh melalui kemitraan dengan masyarakat serta pesantren. Digitalisasi digunakan untuk memantau omzet, stok barang, pembelian, dan aktivitas cabang sehingga pengelola dapat mengawasi kinerja usaha dari jarak jauh.
Ekonomi pesantren terhubung dengan usaha digital
Koperasi digital Pesantara dikembangkan sebagai platform yang mempertemukan produk pesantren dengan konsumen. Pesantren anggota juga menjadi bagian dari kepemilikan koperasi, bukan hanya penjual.
Bank Indonesia mendampingi penguatan ekosistem tersebut melalui sejumlah program, termasuk distribution center dan dukungan usaha bahan baku halal. Pesantara telah memiliki sekitar 40 pesantren sebagai anggota dan mencatat omzet transaksi hampir Rp 8 miliar sejak diluncurkan pada tahun sebelumnya.
Pengembangan bisnis Sunan Drajat menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi pesantren melalui usaha ritel, koperasi, teknologi, dan produk produksi mandiri.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
Pemerintah Tempatkan Dana SBN di Bank Indonesia untuk Stabilkan Rupiah
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan dana penerbitan surat utang pemerintah yang ditempatkan di Bank Indonesia menjadi cadangan devisa untuk m…
Terbaru di Entrepreneur

Berita utama hari ini

Baca juga





