Merapi Catat Gempa, Status Siaga di Perbatasan DIY-Jateng
BPPTKG mencatat gempa Guguran dan gempa Hybrid/Fase Banyak di Merapi pada periode 00.00-06.00 WIB. Status gunung masih Level III atau Siaga.
Oleh Arsyid Muhamad
Editor: Mursyid Sonsang
· 1 menit baca
Yogyakarta — Gunung Merapi mencatat gempa Guguran dan gempa Hybrid/Fase Banyak hingga pagi Selasa, 29 September 2026, berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB.
Tribun Jogja melaporkan gempa Guguran tersebut memiliki amplitudo 2-17 mm dan lama gempa 38.49-161.38 detik. Gempa Hybrid/Fase Banyak tercatat dengan amplitudo 2-32 mm, S-P tidak teramati, serta lama gempa 14.43-51.82 detik.
BPPTKG masih menetapkan status aktivitas Gunung Merapi pada Level III (Siaga). Gunung api itu berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Mengapa status Merapi penting bagi warga
Status Siaga menjadi informasi penting bagi warga dan pengguna kawasan di sekitar Merapi karena menentukan kewaspadaan terhadap potensi bahaya. Laporan yang dikutip Tribun Jogja menyebutkan rekomendasi agar masyarakat menjauhi sejumlah alur sungai dan kawasan yang berpotensi bahaya.
Data kegempaan menunjukkan dua jenis aktivitas yang tercatat selama periode pengamatan pagi tersebut. Gempa Guguran dilaporkan bersama rentang amplitudo dan durasinya, sedangkan gempa Hybrid/Fase Banyak disertai keterangan bahwa S-P tidak teramati.
BPPTKG merupakan lembaga yang melakukan penyelidikan dan pemantauan teknologi kebencanaan geologi. Penetapan Level III (Siaga) pada laporan itu masih berlaku hingga informasi diterbitkan pada Selasa, 29 September 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Daerah
Merapi Tetap Siaga, Tiga Guguran Lava Menuju Kali Boyong
BPPTKG mencatat tiga guguran lava Merapi menuju Kali Boyong dengan jarak maksimum 2.000 meter pada pengamatan Minggu pagi. Status gunung tetap Level I…
Terbaru di Daerah

Berita utama hari ini

Baca juga




