Kabar18.com

Sabtu, 10 Oktober 2026

Modal Asing Masuk Rp131,1 Triliun hingga 8 Oktober 2026

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik mencapai Rp131,1 triliun hingga 8 Oktober 2026. SBN dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia menjadi penopang utama.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Seseorang memegang kipasan uang kertas dolar Amerika Serikat di depan wajahnya.
Ilustrasi: Seseorang memegang kipasan uang kertas dolar Amerika Serikat di depan wajahnya. · Foto: https://kaboompics.com/ / Pexels

Jakarta — Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan akumulasi modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik mencapai Rp131,1 triliun sejak 1 Januari hingga 8 Oktober 2026.

Mengapa ini penting: Angka ini menunjukkan instrumen SBN dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia menjadi sumber utama arus dana asing ketika pasar saham mencatat arus keluar bersih Rp84,2 triliun.

Suahasil menyampaikan angka itu dalam konferensi pers APBN KiTa di Kementerian Keuangan, Jakarta, pada 9 Oktober 2026. Menurut dia, arus masuk terutama ditopang Surat Berharga Negara dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia.

Sepanjang 2026, arus modal asing yang masuk ke SBN tercatat Rp36,7 triliun. Pada enam hari pertama Oktober, instrumen tersebut menarik dana asing hampir Rp8 triliun.

Menurut laporan CNBC Indonesia, arus masuk ke SBN pada triwulan IV hingga 6 Oktober mencapai Rp7,9 triliun. Sementara itu, aliran modal ke Sekuritas Rupiah Bank Indonesia mencapai Rp178,6 triliun sepanjang tahun berjalan.

Di pasar saham, investor asing masih mencatatkan arus keluar bersih Rp84,2 triliun sepanjang 2026. Suahasil mengatakan arus masuk melalui SBN dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia menutup tekanan dari arus keluar di pasar saham.

Arus modal asing sempat terkoreksi pada triwulan I, kemudian melonjak pada triwulan II dan melandai pada triwulan III. Pada triwulan IV hingga 7 Oktober, arus masuk tercatat Rp22,01 triliun.

Suahasil menilai perkembangan tersebut mencerminkan daya tarik aset berdenominasi rupiah serta kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi makro Indonesia. Pemerintah, kata dia, akan menjaga koordinasi kebijakan fiskal dan moneter untuk mempertahankan kepercayaan investor.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.