MotoGP Mandalika 2026 Gerakkan UMKM dan Ekonomi Lokal Lombok
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika melibatkan UMKM, pekerja lokal, homestay, dan penerbangan tambahan untuk mendukung aktivitas ekonomi Lombok.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Lombok — Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 berlangsung pada 9-11 Oktober 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan keterlibatan UMKM dan tenaga kerja lokal.
PT Pertamina (Persero) menghadirkan 30 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan di area Festival Energizing Indonesia. Produk yang ditawarkan mencakup makanan, minuman, kerajinan tangan, serta produk perawatan tubuh. Dari jumlah itu, 26 UMKM bergerak di sektor makanan dan minuman.
Ajang tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, meningkatkan transaksi, dan menjangkau konsumen dari berbagai daerah serta negara. Penyedia homestay dan penginapan lokal juga merasakan peningkatan tingkat hunian seiring kedatangan penonton.
Kegiatan penyelenggaraan turut menyerap masyarakat untuk pekerjaan pengamanan, kebersihan, marshal, pengendalian kerumunan, dan posisi pendukung lain. Dukungan Pertamina juga mencakup layanan energi serta program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), antara lain penyerahan 45 alat tenun bagi masyarakat Desa Sade dan pemberian 10 beasiswa melalui program Sobat Istimewa Digital-Netra Setara.
Mandalika memperluas manfaat ekonomi daerah
Keterlibatan UMKM, pekerja lokal, pengelola akomodasi, dan pelaku usaha pendukung membuat penyelenggaraan balap internasional tidak hanya berpusat pada sirkuit. Aktivitas pengunjung memberi ruang bagi kuliner, kerajinan, perjalanan, penyewaan kendaraan, penginapan, dan layanan lain untuk memperoleh pendapatan serta memperluas pasar.
InJourney juga mencatat 66 penerbangan tambahan di Bandara Internasional Lombok untuk mendukung peningkatan kapasitas angkutan udara selama periode acara. Tambahan tersebut terdiri atas 48 penerbangan tambahan, 11 penerbangan sewa, empat penerbangan dengan penggantian pesawat berukuran lebih besar, dan tiga positioning flight.
Program pemberdayaan masyarakat mencakup pengelolaan homestay dan pengembangan pariwisata di Desa Kuta Mandalika. Penyelenggara juga mendorong Mandalika sebagai destinasi wisata olahraga yang manfaatnya berlanjut setelah acara selesai.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Entrepreneur
Sertifikasi Halal Masih Menyulitkan Pelaku UMKM di Indonesia
Pelaku UMKM menilai sertifikasi halal masih rumit karena tuntutan administrasi, biaya, pemeriksaan, dan penelusuran bahan. Sekitar 7 juta UMKM belum b…
Terbaru di Pariwisata

Berita utama hari ini

Baca juga




