Muhammad Fawait Selaraskan Kebijakan Pusat dengan Kebutuhan Jember
Bupati Jember Muhammad Fawait mendorong penerjemahan kebijakan pusat sesuai kebutuhan daerah. Fokusnya meliputi kemiskinan, kesehatan, efisiensi belanja, dan penyesuaian TKD.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Jember — Bupati Jember Muhammad Fawait pada 16 Oktober 2026 menekankan perlunya menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat dengan kebutuhan daerah melalui program pengentasan kemiskinan dan perluasan akses layanan kesehatan.
Fawait menyatakan arah kebijakan nasional perlu diterjemahkan ke dalam program yang sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik setiap daerah. Menurut dia, keselarasan pusat dan daerah diperlukan agar agenda pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Salah satu program yang disebut ialah Home Care, yakni layanan kesehatan gratis dengan mendatangkan tenaga medis ke rumah warga. Program tersebut terutama ditujukan bagi kelompok rentan yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan. Pelaksanaannya menggunakan pendekatan dokter keluarga dengan kunjungan tenaga medis secara berkala.
Pemerintah Kabupaten Jember juga telah menerapkan skema Universal Health Coverage (UHC) Prioritas untuk memperluas akses layanan kesehatan masyarakat. Di sisi lain, Fawait menyoroti pengurangan alokasi Transfer ke Daerah (TKD). Ia menilai pemerintah daerah perlu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan melakukan efisiensi belanja tanpa menambah beban pajak masyarakat.
Sinkronisasi kebijakan menjaga program prioritas Jember
Penyesuaian kebijakan pusat dengan kebutuhan daerah berpengaruh langsung terhadap layanan dasar yang diterima warga. Pengentasan kemiskinan, kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik membutuhkan pembagian peran yang jelas antara pemerintah pusat dan daerah.
Dalam menghadapi pengurangan TKD, Pemerintah Kabupaten Jember berupaya mengoptimalkan program pemerintah pusat agar anggaran pendapatan dan belanja daerah dapat digunakan untuk kebutuhan lain yang belum terakomodasi. Fawait menyebut dukungan pembiayaan kementerian dapat membuka ruang fiskal bagi daerah untuk mempertahankan program prioritas.
Strategi tersebut mencakup pemanfaatan program pusat di sektor sekolah, revitalisasi fasilitas pendidikan, dan optimalisasi lahan pertanian. Fawait menegaskan pengurangan transfer pusat tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Pengelolaan keuangan daerah, menurut dia, perlu dilakukan secara kreatif dan tepat sasaran.
Sinergi pusat dan daerah juga diarahkan untuk memastikan program nasional berjalan seiring dengan persoalan lokal. Pemerintah Kabupaten Jember menempatkan penerjemahan kebijakan sesuai kebutuhan masyarakat sebagai dasar pelaksanaan pembangunan daerah.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini
Tokoh
Maulana Bungaran Dilantik sebagai Wamen Imipas di Jakarta
Presiden Prabowo Subianto melantik M Maulana Bungaran sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan di Istana Negara, Jakarta, pada 15 Oktober 202…
Terbaru di Politik

Berita utama hari ini

Baca juga


