Pakar Ingatkan Warga Indonesia Tak Tunda Skrining Kesehatan
Pakar kesehatan mengingatkan masyarakat tidak menunda medical check-up dan skrining saat mengatur ulang pengeluaran. Program Cek Kesehatan Gratis dapat dimanfaatkan untuk deteksi dini.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Pakar kesehatan mengingatkan masyarakat di Indonesia agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan dan skrining pada 7 Oktober 2026 meski sedang menerapkan downgrade lifestyle atau menurunkan gaya hidup.
Dokter dan pendiri Health Collaborative Center (HCC), Dr dr Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, mengatakan penghematan sebaiknya tidak mengorbankan medical check-up dan deteksi dini. Menurut dia, pemeriksaan kerap dianggap belum mendesak ketika seseorang merasa sehat atau tidak memiliki keluhan.
Ray menjelaskan sejumlah kondisi, antara lain tekanan darah tinggi, diabetes, anemia, dan gangguan fungsi organ, dapat berkembang tanpa gejala berarti. Penundaan pemeriksaan berisiko membuat faktor penyakit baru diketahui ketika kondisinya memburuk.
Ia menganjurkan masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ketika biaya menjadi alasan untuk menunda pemeriksaan. Program tersebut dinilai dapat membantu masyarakat memperoleh pemeriksaan kesehatan dasar dan mendeteksi risiko lebih awal tanpa menambah beban biaya rumah tangga.
Skrining menjaga perlindungan kesehatan saat pengeluaran diperketat
Ray menekankan pemeriksaan kesehatan bukan hanya bagi orang yang sedang sakit. Bagi warga yang merasa sehat, skrining tetap diperlukan untuk mengetahui risiko yang mungkin tumbuh tanpa disadari.
Penghematan pada barang konsumtif dapat berbeda dengan penundaan skrining. Menurut Ray, mengurangi pemeriksaan sekarang berpotensi memindahkan biaya kecil hari ini menjadi biaya pengobatan yang lebih besar ketika penyakit menimbulkan komplikasi.
Ray juga mengingatkan masyarakat agar menurunkan pengeluaran untuk kebutuhan yang tidak mendesak tanpa mengurangi perlindungan terhadap kesehatan. CKG dapat digunakan sebagai akses deteksi dini, terutama bagi warga yang perlu mengatur ulang anggaran.
Program CKG disebut menjadi pilihan pemeriksaan dasar tanpa biaya tambahan bagi masyarakat. Anjuran tersebut disampaikan agar keputusan menyesuaikan gaya hidup tidak membuat pemeriksaan rutin dan pengenalan risiko kesehatan ikut terhenti.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
Hashim Sebut Ketahanan Pangan Indonesia Ditopang Cadangan Beras
Hashim Djojohadikusumo menyebut cadangan beras pemerintah sekitar 5,3 juta ton dan klaim swasembada tiga tahun lebih cepat. Pemerintah menaikkan harga…
Terbaru di Gaya Hidup

Berita utama hari ini

Baca juga





