Pemerintah Siapkan Rp115 Miliar Pulihkan UMKM Sumbar
Sekitar 800 UMKM terdampak bencana di Sumatera Barat mengikuti penguatan kapasitas usaha. Pemerintah menyiapkan sekitar Rp115 miliar untuk pelatihan, pendampingan, produksi, pasar, dan pembiayaan.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 1 menit baca
Padang — Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp115 miliar untuk pemulihan UMKM terdampak bencana di Sumatera Barat pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Program pemulihan tersebut menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang terdampak bencana. Kegiatan penguatan kapasitas usaha berlangsung di Universitas Andalas, Padang, dengan materi yang mencakup pelatihan dan pendampingan usaha. Sekitar 800 UMKM terdampak bencana di Sumatera Barat mengikuti program penguatan kapasitas usaha tersebut.
Dukungan pemerintah tidak hanya berupa bantuan modal. Program juga mencakup penguatan produksi, perbaikan pengelolaan keuangan, perluasan pasar, serta akses pembiayaan agar pelaku UMKM dapat kembali menjalankan usahanya. Pelatihan dan pendampingan diarahkan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi dan mengelola keuangan dengan lebih baik.
Pemulihan UMKM Menopang Aktivitas Ekonomi Sumbar
Bagi pembaca di Sumatera Barat, program ini berkaitan langsung dengan pemulihan kegiatan ekonomi setelah bencana. Perluasan pasar dan akses pembiayaan menjadi bagian lain dari program agar UMKM dapat kembali beroperasi sekaligus memperkuat keberlanjutan usahanya di Sumatera Barat.
Wakil Menteri UMKM RI Helvi Moraza menyatakan pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp115 miliar untuk membantu pemulihan usaha tersebut. Informasi yang tersedia menyebut sekitar 800 UMKM terdampak bencana mengikuti program penguatan kapasitas usaha.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
Pemerintah Perkuat Bauran Kebijakan setelah Inflasi September 3,28 Persen
Pemerintah memperkuat bantuan pangan, pengendalian pasokan, dan kebijakan moneter setelah inflasi September 2026 mencapai 3,28 persen. Neraca perdagan…
Terbaru di Entrepreneur

Berita utama hari ini

Baca juga



