Pemerintah Tempatkan Dana SBN di Bank Indonesia untuk Stabilkan Rupiah
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan dana penerbitan surat utang pemerintah yang ditempatkan di Bank Indonesia menjadi cadangan devisa untuk membantu stabilisasi rupiah.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Bogor — Wakil Menteri Keuangan Juda Agung pada 2 Oktober 2026 mengungkapkan dana dari upaya menjaga daya tarik imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) akan ditempatkan di Bank Indonesia sebagai cadangan devisa untuk mendukung stabilisasi nilai tukar rupiah.
Kementerian Keuangan berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga daya tarik SBN agar aliran modal masuk ke Indonesia. Pemerintah juga dapat menerbitkan surat utang pemerintah di pasar global, termasuk global bonds dan Panda Bonds.
Dana yang diperoleh dari penerbitan surat utang tersebut ditempatkan di Bank Indonesia dan menjadi cadangan devisa. Menurut Juda, cadangan devisa itu digunakan sebagai modal bank sentral untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah.
Mengapa strategi SBN penting bagi pembaca
Strategi tersebut berkaitan dengan stabilitas rupiah dan kondisi pasar keuangan nasional. Daya tarik imbal hasil SBN ditujukan untuk mendorong aliran modal masuk, sedangkan penerbitan surat utang pemerintah dalam valuta asing dapat memperkuat cadangan devisa.
Pemerintah juga mempertahankan kredibilitas fiskal melalui pengelolaan defisit dan pembiayaan dalam batas yang aman dan berkelanjutan. Pengelolaan utang secara aktif digunakan untuk menjaga keseimbangan antara daya tarik imbal hasil SBN dan biaya utang pemerintah.
Kementerian Keuangan menyatakan koordinasi dengan Bank Indonesia dan penerbitan surat utang pemerintah di pasar global merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas rupiah.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Ekonomi & Keuangan
BI Catat Rupiah Terdepresiasi 7,74 Persen hingga 29 September 2026
Bank Indonesia mencatat rupiah terdepresiasi 7,74 persen hingga 29 September 2026 dan mempertahankan suku bunga 5,75 persen sambil memperketat pembeli…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Baca juga





