Pemkot Bandung Dorong Destinasi Ramah Wisatawan Muslim
Pemkot Bandung mendorong hotel, pusat perbelanjaan, restoran, museum, dan kampung wisata kreatif menyediakan fasilitas ramah muslim dalam pameran pariwisata di Festival Citylink.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Bandung — Pemerintah Kota Bandung mendorong hotel, pusat perbelanjaan, restoran, museum, dan kampung wisata kreatif memperkuat layanan ramah wisatawan muslim dalam Indonesia Travel and Halal Fair 2026 di Festival Citylink, Kota Bandung, Kamis, 8 Oktober 2026.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Adi Junjunan Mustafa mengatakan layanan tersebut perlu menjawab kebutuhan wisatawan selama berkunjung. Fasilitas yang diperhatikan antara lain tempat salat yang nyaman, bersih, rapi, wangi, dan mudah ditemukan, serta sarana mandi dan wudu yang memadai.
Menurut Adi, fasilitas wudu idealnya mendukung kebutuhan wisatawan laki-laki dan perempuan. Pengelola tempat makan juga perlu memastikan makanan yang disediakan halal. Adi menegaskan, sertifikasi halal berada dalam kewenangan lembaga tersendiri.
Konsep Muslim Friendly Tourism tidak hanya diterapkan pada wisata religi. Hotel, pusat perbelanjaan, tempat kuliner, museum, dan kampung wisata kreatif juga dapat memperkuat layanan dengan menyediakan fasilitas yang mendukung kebutuhan pengunjung muslim.
Layanan ramah muslim memperluas pilihan destinasi Bandung
Penerapan layanan tersebut relevan bagi pembaca karena mencakup ruang ibadah, fasilitas bersuci, dan informasi makanan halal di berbagai jenis destinasi. Pusat perbelanjaan dan hotel, misalnya, perlu memastikan lokasi tempat salat mudah diketahui pengunjung.
Adi menyebut Museum Geologi Bandung dan sejumlah hotel pernah memperoleh penghargaan dalam penilaian wisata ramah muslim tingkat Jawa Barat. Indonesia Travel and Halal Fair 2026 juga menjadi ruang untuk memperkenalkan produk perjalanan ramah muslim di luar perjalanan haji dan umrah.
Kegiatan itu diselenggarakan Asosiasi Travel Agent Indonesia di Festival Citylink, Jalan Peta, Kota Bandung. Pengembangan layanan mencakup wisata belanja, kuliner, penginapan, dan wisata edukasi. Pemerintah Kota Bandung menyambut penyelenggaraan pameran tersebut sebagai kesempatan memperkenalkan destinasi yang memperhatikan kebutuhan wisatawan muslim.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pendidikan
Politeknik Al Islam Bandung Luncurkan Prodi Radiologi Pencitraan
Politeknik Al Islam Bandung meluncurkan prodi D4 Teknologi Radiologi Pencitraan pada 26 September 2026. Program ini menjawab kebutuhan tenaga radiogra…
Terbaru di Pariwisata

Berita utama hari ini

Baca juga





