PERDAMI Soroti Proyeksi Gangguan Penglihatan Global dan Kebutaan akibat Katarak
PERDAMI menyebut 1,1 miliar orang di dunia mengalami gangguan penglihatan dan jumlahnya berpotensi mencapai 1,7 miliar pada 2050. Di Indonesia, katarak menyebabkan 81,2 persen kasus kebutaan pada usia lebih dari 50 tahun.
Oleh Asyinta Sastra
· 1 menit baca
Indonesia — Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Budu, menyampaikan data gangguan penglihatan global dalam konferensi pers di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, pada 13 Oktober 2026.
Mengapa ini penting: Informasi ini menunjukkan skala gangguan penglihatan global dan tingginya kontribusi katarak terhadap kebutaan penduduk Indonesia berusia lebih dari 50 tahun.
Menurut Budu, sekitar 1,1 miliar orang di dunia mengalami gangguan penglihatan. Jumlah itu diproyeksikan meningkat menjadi 1,7 miliar orang pada 2050 apabila pencegahan dan penanganan tidak diperkuat.
Di Indonesia, katarak menjadi penyebab 81,2 persen kasus kebutaan pada penduduk berusia lebih dari 50 tahun, berdasarkan data yang dipaparkan PERDAMI. Kementerian Kesehatan mencatat prevalensi kebutaan pada kelompok usia tersebut sebesar 3 persen.
Data Kementerian Kesehatan yang dipaparkan PERDAMI juga menunjukkan 634.642 orang menjalani operasi katarak sepanjang 2025. Jumlah itu setara dengan 92 persen dari target nasional.
Dalam program Cek Kesehatan Gratis pada 2025–2026, sebanyak 2,95 juta dari 23,35 juta peserta terdeteksi mengalami gangguan mata, menurut RRI dan Media Indonesia. Temuan tersebut menunjukkan skrining mata menjadi bagian penting dalam penanganan gangguan penglihatan.
Pemerintah menargetkan sedikitnya 60 persen penderita katarak mendapatkan operasi dengan hasil tajam penglihatan yang optimal dalam Peta Jalan Kesehatan Penglihatan 2025–2030, menurut informasi Kementerian Kesehatan.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Kesehatan

Dinkes Sulsel Imbau Warga Waspadai Influenza dan ISPA
Dinkes Sulawesi Selatan meminta warga memakai masker dan membatasi paparan polusi karena kualitas udara diperkirakan sedang hingga tidak sehat sampai…
Berita utama hari ini


