PHRI Dorong Pariwisata Bali Berdampak bagi Warga Lokal
PHRI Bali menilai keberhasilan pariwisata perlu diukur dari manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat lokal, bukan hanya jumlah kunjungan wisatawan.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jimbaran — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali mendorong pariwisata memberi dampak lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat lokal dalam The 6th Global Conference on Entrepreneurship and Economy in an Era of Uncertainty (EEEU26) di Kampus Politeknik Negeri Bali (PNB), Bukit Jimbaran, Bali, Rabu, 23 September 2026.
Ketua PHRI Provinsi Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan keberhasilan destinasi tidak cukup diukur dari jumlah kunjungan wisatawan. Menurut dia, ukuran yang penting adalah dampak keberadaan destinasi terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.
Ia menyebut pariwisata yang dikelola dengan baik dapat menghubungkan ekonomi global dengan masyarakat lokal. Sektor ini juga dapat menciptakan lapangan kerja, membuka pasar bagi usaha kecil, melestarikan budaya dan warisan lokal, mendorong perlindungan lingkungan, serta membangun jembatan antarbangsa dan antarmanusia.
Manfaat pariwisata perlu dirasakan masyarakat lokal
Pandangan tersebut menempatkan manfaat bagi warga sebagai bagian dari ukuran keberhasilan pembangunan pariwisata Bali. Perubahan ukuran ini penting bagi pembaca di Indonesia karena perkembangan destinasi tidak hanya berkaitan dengan arus wisatawan, tetapi juga dengan dampaknya terhadap ekonomi dan kehidupan masyarakat di daerah tujuan.
Dalam paparannya, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menekankan bahwa pariwisata semestinya membuat destinasi lebih sejahtera, inklusif, tangguh, hidup budayanya, dan berkelanjutan dibandingkan sebelumnya.
PNB menjadi tuan rumah konferensi EEEU26 yang berlangsung selama tiga hari, 23–25 September 2026, di Kampus PNB, Bukit Jimbaran, Bali. RRI melaporkan forum itu menghadirkan akademisi dari 42 negara.
Konferensi tersebut menjadi ruang pembahasan mengenai kewirausahaan, ekonomi, dan arah pariwisata di tengah ketidakpastian. Dorongan PHRI Bali dalam forum itu berfokus pada hubungan antara pertumbuhan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat yang menjadi tuan rumah destinasi.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Pariwisata

Tarif Mobil Penumpang di Taman Labuhan Haji Diturunkan Menjadi Rp15.000
Pengelola Taman Wisata Labuhan Haji, Lombok Timur, menurunkan tarif mobil penumpang dari Rp20.000 menjadi Rp15.000 pada 24 September 2026 setelah mend…
Berita utama hari ini

Baca juga


