Kabar18.com

Jumat, 25 September 2026

PHRI Dorong Pariwisata Bali Berdampak bagi Warga Lokal

PHRI Bali menilai keberhasilan pariwisata perlu diukur dari manfaatnya bagi kesejahteraan masyarakat lokal, bukan hanya jumlah kunjungan wisatawan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Bangunan gerbang pura tradisional khas Bali dengan ukiran batu dan patung di depannya.
Ilustrasi: Bangunan gerbang pura tradisional khas Bali dengan ukiran batu dan patung di depannya. · Foto: Lucas Tran / Pexels

Jimbaran — Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali mendorong pariwisata memberi dampak lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat lokal dalam The 6th Global Conference on Entrepreneurship and Economy in an Era of Uncertainty (EEEU26) di Kampus Politeknik Negeri Bali (PNB), Bukit Jimbaran, Bali, Rabu, 23 September 2026.

Ketua PHRI Provinsi Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan keberhasilan destinasi tidak cukup diukur dari jumlah kunjungan wisatawan. Menurut dia, ukuran yang penting adalah dampak keberadaan destinasi terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.

Ia menyebut pariwisata yang dikelola dengan baik dapat menghubungkan ekonomi global dengan masyarakat lokal. Sektor ini juga dapat menciptakan lapangan kerja, membuka pasar bagi usaha kecil, melestarikan budaya dan warisan lokal, mendorong perlindungan lingkungan, serta membangun jembatan antarbangsa dan antarmanusia.

Manfaat pariwisata perlu dirasakan masyarakat lokal

Pandangan tersebut menempatkan manfaat bagi warga sebagai bagian dari ukuran keberhasilan pembangunan pariwisata Bali. Perubahan ukuran ini penting bagi pembaca di Indonesia karena perkembangan destinasi tidak hanya berkaitan dengan arus wisatawan, tetapi juga dengan dampaknya terhadap ekonomi dan kehidupan masyarakat di daerah tujuan.

Dalam paparannya, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menekankan bahwa pariwisata semestinya membuat destinasi lebih sejahtera, inklusif, tangguh, hidup budayanya, dan berkelanjutan dibandingkan sebelumnya.

PNB menjadi tuan rumah konferensi EEEU26 yang berlangsung selama tiga hari, 23–25 September 2026, di Kampus PNB, Bukit Jimbaran, Bali. RRI melaporkan forum itu menghadirkan akademisi dari 42 negara.

Konferensi tersebut menjadi ruang pembahasan mengenai kewirausahaan, ekonomi, dan arah pariwisata di tengah ketidakpastian. Dorongan PHRI Bali dalam forum itu berfokus pada hubungan antara pertumbuhan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat yang menjadi tuan rumah destinasi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Pariwisata

  2. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.