Kabar18.com

Selasa, 29 September 2026

Politeknik Al Islam Bandung Luncurkan Prodi Radiologi Pencitraan

Politeknik Al Islam Bandung meluncurkan prodi D4 Teknologi Radiologi Pencitraan pada 26 September 2026. Program ini menjawab kebutuhan tenaga radiografer di Jawa Barat.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sebuah mesin pemindai MRI medis modern di dalam ruangan rumah sakit bernuansa putih.
Ilustrasi: Sebuah mesin pemindai MRI medis modern di dalam ruangan rumah sakit bernuansa putih. · Foto: MART PRODUCTION / Pexels

Bandung — Politeknik Al Islam Bandung meluncurkan Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Radiologi Pencitraan pada Sabtu, 26 September 2026, dalam puncak Dies Natalis ke-25 di Bandung, Jawa Barat.

Program studi tersebut merupakan pendidikan vokasi kesehatan jenjang D4. Menurut laporan Republika, izin penyelenggaraannya diperoleh pada 4 Agustus 2026. Program ini diarahkan untuk memperkuat kontribusi Politeknik Al Islam Bandung terhadap pengembangan sumber daya manusia kesehatan, khususnya bidang radiologi.

Laporan TribunJabar menyebut program tersebut menjadi program studi D4 Teknologi Radiologi Pencitraan pertama di Kota Bandung. Pembukaannya juga dikaitkan dengan kebutuhan tenaga radiografer di Jawa Barat.

Mengapa pembukaan prodi ini penting bagi pembaca

Kehadiran program studi baru menambah pilihan pendidikan vokasi kesehatan bagi calon mahasiswa di Bandung dan wilayah Jawa Barat. Bidang radiologi pencitraan membutuhkan tenaga yang mampu mengoperasikan teknologi pemeriksaan medis serta memahami kebutuhan pelayanan kesehatan.

Dalam laporan Pikiran Rakyat, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr. R. Vini Adiani Dewi menyebut masih terdapat kekurangan 4.676 radiografer, dengan tingkat pemenuhan sekitar 39,6 persen. Angka tersebut menjadi konteks kebutuhan sumber daya manusia yang melatarbelakangi pengembangan pendidikan radiologi di daerah.

Direktur Politeknik Al Islam Bandung dr. Shiane Hanako Sheba, MKM., MCE., mengatakan pendirian program studi itu merupakan bagian dari pengembangan institusi dan tanggung jawab menyiapkan tenaga kesehatan profesional yang kompeten, berkarakter, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Program studi ini memiliki visi mengembangkan pendidikan radiologi pencitraan yang memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence dan berstandar internasional. Laporan Republika juga menyebut program tersebut menjadi satu-satunya program studi Teknologi Radiologi Pencitraan di Kota Bandung.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pendidikan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.