Prabowo Pimpin Rapat Penguatan Industri Tekstil dan Sepatu
Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas tentang penguatan industri tekstil dan sepatu di Istana Kepresidenan Jakarta pada 22 September 2026. Sejumlah menteri, Kepala BRIN, dan Dirjen Bea Cukai hadir.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas untuk membahas penguatan industri tekstil dan sepatu di Istana Kepresidenan Jakarta pada 22 September 2026. Kepala BRIN Arif Satria mengatakan ia menghadiri rapat tersebut bersama sejumlah menteri dan kepala lembaga.
Mengapa ini penting: Rapat mempertemukan pejabat ekonomi, riset, investasi, badan usaha milik negara, dan Bea Cukai untuk membahas penguatan industri tekstil dan sepatu.
Menurut Arif, pembahasan mencakup riset dan inovasi yang dapat menunjang penguatan industri tekstil. Rapat itu juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Rosan Roeslani, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Djaka Budi Utama kemudian tiba di kompleks Istana sekitar pukul 15.40 WIB. Detik melaporkan Djaka belum mengetahui agenda kedatangannya ketika ditanya wartawan. Saat ia tiba, rapat terbatas mengenai industri tekstil dan produk tekstil masih berlangsung.
CNBC Indonesia melaporkan Djaka datang setelah dipanggil Presiden Prabowo. Namun, laporan itu tidak memuat keterangan resmi mengenai keputusan atau kebijakan yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.
Peserta dan agenda rapat
Rapat tersebut mempertemukan pejabat ekonomi, pengelola riset, dan pengelola badan usaha milik negara. Kehadiran BRIN diarahkan pada pembahasan hasil riset dan inovasi yang dapat diterapkan untuk mendukung industri tekstil.
RRI melaporkan Arif menyebut rapat juga membahas industri sepatu. Informasi yang tersedia dalam laporan sumber belum menunjukkan adanya keputusan final mengenai aturan impor, insentif fiskal, atau program produksi tertentu.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Lingkungan
BRIN: Jakarta Paling Rentan Kekeringan Hidrologis dan Defisit Air
Peneliti BRIN menyebut Jakarta sebagai daerah paling rentan dalam hotspot defisit air nasional di tengah ancaman kekeringan hidrologis akibat kemarau…
Terbaru di Pemerintahan

Berita utama hari ini

Baca juga





