Prabowo Sapa Sherly Tjoanda di Peresmian Hilirisasi Halmahera Tengah
Sherly Tjoanda menghadiri peresmian 11 ekosistem hilirisasi di Halmahera Tengah pada 8 Oktober 2026. Prabowo menyapanya dan bercanda soal tepuk tangan hadirin.
Oleh Mukmin John
· 2 menit baca
Halmahera Tengah — Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menghadiri peresmian dan peluncuran 11 ekosistem hilirisasi nikel serta ekspor perdana baterai kendaraan listrik di Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara, Kamis (8/10/2026). Presiden Prabowo Subianto menyapa Sherly dalam acara tersebut.
Saat nama Sherly disebut, hadirin memberikan tepuk tangan meriah. Sherly berdiri dari tempat duduknya dan tersenyum ke arah Prabowo. Presiden kemudian melontarkan candaan dengan mengatakan bahwa tepuk tangan untuk Sherly terdengar paling keras, sedangkan pemilihan umum masih lama.
Acara itu juga menandai peluncuran program hilirisasi senilai Rp180 triliun menurut laporan CNBC Indonesia. Program tersebut mencakup ekspor perdana baterai kendaraan listrik dan 11 proyek hilirisasi di kawasan IWIP.
Peresmian hilirisasi mempertemukan pemerintah pusat dan daerah
Sebelas proyek yang diresmikan terdiri atas empat proyek yang telah memasuki tahap komersialisasi dan tujuh proyek industri baru yang memulai pembangunan. Kegiatan tersebut memperlihatkan keterlibatan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam agenda hilirisasi industri di Maluku Utara.
Selain Sherly, acara itu dihadiri Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Bos Lippo Group James Riady. Laporan yang tersedia menyebut acara tersebut disiarkan secara daring.
Bagi pembaca nasional, kegiatan ini berkaitan dengan pengembangan industri pengolahan nikel, produksi baterai kendaraan listrik, dan investasi di kawasan industri Weda Bay. Nilai program serta jumlah proyek menjadi konteks utama dari agenda pemerintah di Halmahera Tengah.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Politik
Istana Bantah Reshuffle Prabowo untuk Menjauhkan Pengaruh Jokowi
Wamensesneg Bambang Eko Suhariyanto membantah reshuffle kabinet pada 1 Oktober 2026 bertujuan menjauhkan pengaruh Joko Widodo. Ia menyebut pergantian…
Terbaru di Tokoh

Berita utama hari ini

Baca juga




