Putin Tawarkan Bantuan Akhiri Perang Timur Tengah di Turkmenistan
Vladimir Putin bertemu Masoud Pezeshkian di Turkmenistan dan menyatakan Rusia siap membantu mengakhiri perang Timur Tengah. Iran menegaskan komitmen pada diplomasi.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Ashgabat — Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Turkmenistan pada Kamis (8/10) dan menyatakan Rusia siap melakukan segala upaya untuk membantu mengakhiri perang di Timur Tengah.
Pertemuan itu berlangsung menjelang pertemuan puncak regional Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) yang dijadwalkan dimulai pada Jumat di Avaza, kawasan resor di tepi Laut Kaspia. Putin mengatakan Iran telah melakukan upaya nyata untuk mengakhiri perang sejak serangan Amerika Serikat dan Israel dimulai pada 28 Februari.
Pezeshkian menyampaikan bahwa Iran tetap menempuh jalur diplomasi dan tidak akan meninggalkan meja perundingan. Menurut pernyataan kepresidenan Iran yang dikutip laporan tersebut, ia mengatakan pembicaraan dengan Amerika Serikat kerap diikuti serangan baru.
Langkah Rusia menambah dimensi diplomatik konflik Timur Tengah
Pernyataan Putin menempatkan Rusia sebagai pihak yang menawarkan bantuan untuk penyelesaian konflik, ketika pembicaraan Iran dan Amerika Serikat dilaporkan berada dalam kebuntuan. Bagi Indonesia, perkembangan ini relevan karena perubahan konflik di Timur Tengah dapat memengaruhi stabilitas kawasan dan jalur energi global.
Selain pertemuan langsung, Putin juga dilaporkan menyampaikan kesiapan membantu menengahi konflik tersebut dalam percakapan telepon dengan Pezeshkian pada Rabu. Laporan yang sama menyebut kedua pemimpin bertemu setelah tiba di Turkmenistan untuk menghadiri agenda CIS.
Putin menyatakan Rusia siap menggunakan segala daya yang dimilikinya untuk berkontribusi pada penyelesaian situasi. Sementara itu, Iran menegaskan komitmennya terhadap dialog dan negosiasi, tetapi tidak menerima kesepakatan yang mengabaikan hak kedaulatannya.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Kesehatan
189 Orang Dipantau setelah Dugaan Pes di Irkutsk
Sebanyak 189 orang dipantau di wilayah Irkutsk setelah pegawai berusia 27 tahun di lembaga penelitian antipes jatuh sakit. Penyebab penyakit dan kemat…
Terbaru di Internasional

Berita utama hari ini

Baca juga




