Kabar18.com

Jumat, 2 Oktober 2026

Rubio Perintahkan Delegasi Iran Tinggalkan New York

Marco Rubio memerintahkan delegasi Iran, termasuk Abbas Araghchi, meninggalkan New York setelah perundingan mengenai Selat Hormuz mengalami kebuntuan. Iran membantah diusir.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Meja rapat kayu panjang dikelilingi kursi kantor kosong di dalam ruangan berpencahayaan hangat.
Ilustrasi: Meja rapat kayu panjang dikelilingi kursi kantor kosong di dalam ruangan berpencahayaan hangat. · Foto: Max Vakhtbovych / Pexels

New York — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio memerintahkan delegasi Iran untuk meninggalkan Amerika Serikat pada Senin setelah perundingan tidak mencapai terobosan. Delegasi itu mencakup Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan berada di New York setelah Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Menurut laporan yang dikutip sejumlah media, misi Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa memberi tahu misi Iran bahwa Araghchi dan delegasinya harus segera meninggalkan New York. Perintah tersebut muncul setelah pembicaraan tidak langsung Washington-Teheran mengenai penghentian konflik, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan pemulihan perundingan program nuklir Iran mengalami kebuntuan.

Delegasi Iran kemudian meninggalkan New York untuk menuju bandara dan terbang ke Doha pada Selasa dini hari, menurut laporan yang memuat keterangan tersebut. Iran membantah bahwa delegasinya diusir. Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan keberangkatan itu mengikuti jadwal yang telah disampaikan kepada Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada 17 September.

Mengapa kebuntuan Selat Hormuz penting bagi Indonesia

Selat Hormuz merupakan jalur yang dibahas dalam perundingan karena berkaitan dengan pelayaran dan pengiriman energi. Laporan menyebut pembicaraan berfokus, antara lain, pada pembukaan kembali jalur tersebut. Perkembangan diplomasi Amerika Serikat dan Iran karena itu relevan bagi Indonesia melalui potensi pengaruhnya terhadap keamanan pelayaran serta arus energi dan biaya angkutan.

Perundingan itu dimediasi sebagian oleh Qatar. Menurut laporan, mediator Qatar tetap berkomunikasi dengan kedua pihak mengenai usulan kompromi setelah pembicaraan mengalami kebuntuan. Namun, sumber-sumber yang dikutip laporan juga menyebut belum ada terobosan dalam upaya tersebut.

Araghchi sebelumnya tinggal di New York untuk mengikuti pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat setelah sidang umum berakhir. Perbedaan keterangan mengenai keberangkatan delegasi—antara perintah untuk segera pergi dan jadwal yang telah ditetapkan—menjadi bagian dari perkembangan diplomatik terbaru.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

    Rupiah Menguat ke Rp17.910 di Jakarta

    Ekonomi & Keuangan

    Rupiah Menguat ke Rp17.910 di Jakarta

    Rupiah menguat 0,28% ke Rp17.910 per dolar Amerika Serikat pada pembukaan perdagangan Rabu di Jakarta. Pasar mencermati suku bunga Federal Reserve dan…

  2. Terbaru di Internasional

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.