Rupiah Tertekan di Sekitar Rp17.900 meski Surplus Perdagangan
JISDOR Bank Indonesia tercatat Rp17.910 per dolar AS pada 6 Oktober 2026. Neraca perdagangan Januari–Agustus surplus US$7,25 miliar, tetapi impor tumbuh lebih cepat daripada ekspor.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Jakarta — Rupiah berada di sekitar Rp17.900 per dolar AS pada 8 Oktober 2026, meski neraca perdagangan Indonesia Januari–Agustus 2026 mencatat surplus US$7,25 miliar.
Data Bank Indonesia menunjukkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada pada Rp17.910 per dolar AS pada 6 Oktober 2026. Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, sementara tekanan terhadap rupiah berlangsung di tengah pertumbuhan impor yang lebih cepat daripada ekspor.
Badan Pusat Statistik mencatat ekspor Indonesia pada Januari–Agustus 2026 sebesar US$193,64 miliar dan impor US$186,39 miliar. Dengan demikian, neraca perdagangan periode tersebut tetap surplus US$7,25 miliar. Namun, impor tumbuh 19,84% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan ekspor meningkat 4,74%.
Surplus perdagangan belum cukup meredakan tekanan rupiah
Perkembangan itu menunjukkan bahwa surplus perdagangan masih berjalan bersamaan dengan tekanan pada nilai tukar. Bank Indonesia menyatakan BI-Rate 5,75% diarahkan antara lain untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan eksternal.
Bank Indonesia juga mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 sekitar US$146,5 miliar. Pada periode yang sama, surplus perdagangan nonmigas mencapai US$28,54 miliar, sedangkan perdagangan migas mengalami defisit US$21,29 miliar.
Untuk pembaca nasional, angka tersebut memberi gambaran bahwa surplus neraca perdagangan tidak otomatis membuat rupiah menguat. Kinerja ekspor, impor, arus modal, kebijakan suku bunga, dan kondisi eksternal tetap menjadi faktor yang memengaruhi nilai tukar.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Entrepreneur
Mengapa Pesantren Sunan Drajat Kembangkan Ekonomi Digital
Pesantren Sunan Drajat di Lamongan mengembangkan koperasi digital, pembayaran Face ID bagi santri, dan sekitar 200 gerai ritel dengan pendampingan Ban…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga





