Kabar18.com

Jumat, 9 Oktober 2026

Rupiah Tertekan di Sekitar Rp17.900 meski Surplus Perdagangan

JISDOR Bank Indonesia tercatat Rp17.910 per dolar AS pada 6 Oktober 2026. Neraca perdagangan Januari–Agustus surplus US$7,25 miliar, tetapi impor tumbuh lebih cepat daripada ekspor.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Dokumen keuangan, uang tunai, koin, dan telepon antik di atas meja kerja kayu.
Ilustrasi: Dokumen keuangan, uang tunai, koin, dan telepon antik di atas meja kerja kayu. · Foto: MART PRODUCTION / Pexels

Jakarta — Rupiah berada di sekitar Rp17.900 per dolar AS pada 8 Oktober 2026, meski neraca perdagangan Indonesia Januari–Agustus 2026 mencatat surplus US$7,25 miliar.

Data Bank Indonesia menunjukkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada pada Rp17.910 per dolar AS pada 6 Oktober 2026. Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, sementara tekanan terhadap rupiah berlangsung di tengah pertumbuhan impor yang lebih cepat daripada ekspor.

Badan Pusat Statistik mencatat ekspor Indonesia pada Januari–Agustus 2026 sebesar US$193,64 miliar dan impor US$186,39 miliar. Dengan demikian, neraca perdagangan periode tersebut tetap surplus US$7,25 miliar. Namun, impor tumbuh 19,84% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan ekspor meningkat 4,74%.

Surplus perdagangan belum cukup meredakan tekanan rupiah

Perkembangan itu menunjukkan bahwa surplus perdagangan masih berjalan bersamaan dengan tekanan pada nilai tukar. Bank Indonesia menyatakan BI-Rate 5,75% diarahkan antara lain untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan eksternal.

Bank Indonesia juga mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Agustus 2026 sekitar US$146,5 miliar. Pada periode yang sama, surplus perdagangan nonmigas mencapai US$28,54 miliar, sedangkan perdagangan migas mengalami defisit US$21,29 miliar.

Untuk pembaca nasional, angka tersebut memberi gambaran bahwa surplus neraca perdagangan tidak otomatis membuat rupiah menguat. Kinerja ekspor, impor, arus modal, kebijakan suku bunga, dan kondisi eksternal tetap menjadi faktor yang memengaruhi nilai tukar.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.