Kabar18.com

Selasa, 29 September 2026

Sekolah Kutai Timur Kembali Tatap Muka, Tiga Kecamatan Tetap PJJ

Sebagian besar sekolah di Kutai Timur kembali menggelar pembelajaran tatap muka pada 29 September 2026. Bengalon, Muara Wahau, dan Busang masih menerapkan PJJ karena kualitas udara berada dalam kategori merah.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Deretan kursi kuliah kayu di dalam ruang kelas kosong berdinding biru.
Ilustrasi: Deretan kursi kuliah kayu di dalam ruang kelas kosong berdinding biru. · Foto: gabrielloayza / wordpress (Openverse), CC0

Kutai Timur — Pembelajaran tatap muka (PTM) kembali diberlakukan di sebagian besar sekolah Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, mulai Selasa, 29 September 2026. Kebijakan itu berlaku untuk jenjang pendidikan dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri maupun swasta.

Namun, sekolah di Kecamatan Bengalon, Kecamatan Muara Wahau, dan Kecamatan Busang masih menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur Mulyono mengatakan, kualitas udara di tiga kecamatan tersebut belum memungkinkan kegiatan belajar mengajar secara langsung.

Kualitas udara di ketiga wilayah itu tercatat berada dalam kategori merah atau prioritas. Keputusan mempertahankan PJJ didasarkan pada hasil pengukuran kualitas udara oleh Dinas Kesehatan. Sementara itu, sekolah di wilayah lain dapat kembali melaksanakan PTM mulai 29 September 2026.

Pembatasan Belajar Menyesuaikan Kualitas Udara

Kebijakan ini penting bagi keluarga dan satuan pendidikan di Kutai Timur karena menentukan apakah kegiatan belajar berlangsung di ruang kelas atau dari rumah. Perbedaan kebijakan antarkecamatan menunjukkan bahwa pelaksanaan PTM disesuaikan dengan kondisi udara setempat, bukan diterapkan seragam di seluruh kabupaten.

RRI melaporkan bahwa PTM di sejumlah sekolah Kutai Timur kembali diaktifkan secara bertahap pada Selasa, 29 September 2026. Bengalon, Busang, dan Muara Wahau masih diminta menunda PTM karena kualitas udara belum memenuhi ketentuan untuk pembelajaran langsung.

Mulyono menyatakan penundaan di tiga kecamatan masih menunggu perkembangan kualitas udara. Selama kondisi belum memenuhi ketentuan, kegiatan pembelajaran di wilayah tersebut tetap dilakukan melalui PJJ.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Pendidikan

  2. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.