Kabar18.com

Kamis, 8 Oktober 2026

Serangan Kapal di Selat Hormuz Dongkrak Harga Minyak Dunia

Harga Brent naik menjadi US$101,53 per barel dan WTI menjadi US$89,39 per barel setelah serangan pelayaran di Teluk dan Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran pasokan.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Awak kapal berdiri di atas dek kapal tanker industri yang sedang berlayar di perairan luas.
Ilustrasi: Awak kapal berdiri di atas dek kapal tanker industri yang sedang berlayar di perairan luas. · Foto: Oleksiy Yeshtokyn,🌻🇺🇦🌻 / Pexels

Selat Hormuz — Harga minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate (WTI) naik pada Kamis, 8 Oktober 2026, setelah serangan terhadap pelayaran di Teluk dan Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Harga Brent naik US$1,33 atau 1,33 persen menjadi US$101,53 per barel pada pukul 01.16 GMT. Minyak mentah WTI Amerika Serikat naik US$1,11 atau 1,26 persen menjadi US$89,39 per barel. Pergerakan itu terjadi ketika serangan terhadap kapal tanker di sekitar Selat Hormuz meningkat.

Kenaikan harga minyak berdampak pada pasokan energi Indonesia

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak dan bahan bakar. Sebelum perang, jalur tersebut mengangkut pasokan yang setara dengan sekitar 20 persen minyak dan bahan bakar global. Gangguan yang berkelanjutan dapat meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap ketersediaan energi dan memengaruhi harga komoditas yang menjadi acuan perdagangan internasional.

Laporan mengenai serangan terhadap pelayaran di Teluk dan Selat Hormuz menyebut serangan terhadap kapal tanker mencapai tingkat tertinggi pada pekan sebelumnya sejak perang Iran dimulai. Dalam serangan terbaru, sebuah kapal tanker di utara Qatar terkena beberapa proyektil dan menimbulkan korban, menurut United Kingdom Maritime Trade Operations.

Perkembangan harga minyak global menjadi perhatian bagi Indonesia karena perubahan harga energi dapat memengaruhi biaya impor, transportasi, dan tekanan harga di dalam negeri. Namun, laporan yang tersedia tidak menyebut kebijakan atau langkah lanjutan pemerintah Indonesia terkait kenaikan harga tersebut.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Internasional

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.