Kabar18.com

Jumat, 9 Oktober 2026

Suahasil Peringatkan Volatilitas Global Menguji Ekonomi Indonesia

Menteri Keuangan Suahasil Nazara memperingatkan volatilitas global dan pelemahan komoditas dapat menekan ekonomi serta APBN. Fundamental Indonesia dinilai masih kuat, sementara data kuartal III 2026 ditunggu.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tumpukan kontainer kargo berwarna biru berlatar belakang langit cerah.
Ilustrasi: Tumpukan kontainer kargo berwarna biru berlatar belakang langit cerah. · Foto: Jan van der Wolf / Pexels

Jakarta — Menteri Keuangan Suahasil Nazara memperingatkan bahwa peningkatan volatilitas dan ketidakpastian global menjadi risiko baru bagi Indonesia pada Jumat (9/10/2026). Ia menyebut perkembangan geopolitik dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi dunia dan pergerakan harga komoditas.

Dalam pemaparan APBN KiTa di Jakarta, Suahasil mengatakan prospek ekonomi global masih dibayangi perkembangan geopolitik, termasuk dinamika yang melibatkan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Rusia. Kondisi tersebut meningkatkan indikator volatilitas serta menambah tantangan bagi negara maju dan negara berkembang.

Ia menjelaskan perlambatan pertumbuhan ekonomi global berpotensi menekan permintaan dan harga komoditas dunia. Dampaknya dapat menjalar ke kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sejumlah komoditas unggulan Indonesia juga disebut mengalami pelemahan dalam beberapa bulan terakhir.

Volatilitas global dapat memengaruhi APBN dan ekonomi Indonesia

Suahasil menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi guncangan eksternal. Namun, pemerintah tetap mewaspadai beberapa risiko lain, yakni kenaikan harga minyak, suku bunga global yang bertahan tinggi lebih lama, serta penguatan dolar Amerika Serikat.

Menurut dia, penguatan dolar Amerika Serikat dapat menambah tekanan terhadap negara berkembang, termasuk Indonesia, melalui pergerakan nilai tukar dan kondisi pembiayaan di pasar keuangan. Karena itu, perkembangan indikator volatilitas, harga komoditas, dan kondisi ekonomi global menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan APBN.

Pemerintah juga masih menunggu data pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 untuk mengukur ketahanan ekonomi domestik. Suahasil belum mengungkapkan angka terperinci dan menyatakan data tersebut akan disampaikan dalam pemaparan APBN KiTa untuk laporan September 2026.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Analisis

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.