Kabar18.com

Kamis, 22 Oktober 2026

Sugiyo Beralih dari Tukang Pijat Menjadi Instruktur Pemrograman

Sugiyo, penyandang tunanetra asal Kebumen, beralih dari pekerjaan sebagai tukang pijat menjadi instruktur pemrograman komputer di Yayasan Mitra Netra.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Dua orang membaca dan menulis huruf braille di atas kertas putih pada meja kayu.
Ilustrasi: Dua orang membaca dan menulis huruf braille di atas kertas putih pada meja kayu. · Foto: Eren Li / Pexels

Kebumen — Sugiyo, penyandang tunanetra asal Kebumen, menjadi instruktur pemrograman komputer setelah sebelumnya bekerja sebagai tukang pijat. Tempo melaporkan kisah itu pada 21 Oktober 2026.

Mengapa ini penting: Pembaca mendapat informasi tentang jalur kerja dan pelatihan pemrograman yang dapat diakses penyandang tunanetra melalui Yayasan Mitra Netra.

Sugiyo bergabung dengan Yayasan Mitra Netra dan mengajar komputer bagi penyandang tunanetra. Media Indonesia melaporkan bahwa ia ditugaskan menyiapkan dan menyelenggarakan pelatihan pemrograman komputer untuk tunanetra.

Menurut Media Indonesia, Sugiyo kehilangan penglihatan sejak berusia tiga tahun. Ia mengajar dengan memanfaatkan teknologi pembaca layar serta menyusun materi yang dapat diakses peserta didik tunanetra.

Pelatihan pemrograman di Yayasan Mitra Netra diselenggarakan setahun sekali dan berlangsung sekitar 12 bulan dalam tiga tingkat, mulai dari pembelajaran, pengerjaan tugas, hingga pembuatan produk. Informasi ini dimuat Media Indonesia dalam laporan tentang pelatihan pemrograman bagi tunanetra.

Perjalanan Sugiyo juga tercatat dalam laporan DetikInet tentang cara tunanetra belajar komputer. Dalam laporan itu, Sugiyo disebut sebagai instruktur senior yang mengajar komputer bagi tunanetra di Yayasan Mitra Netra, Jakarta, serta menyusun buku pedoman pelajaran komputer.

Pelatihan pemrograman bagi tunanetra

Pertuni menyebut Sugiyo sebagai instruktur dalam pelatihan pemrograman komputer tingkat dasar yang diselenggarakan bersama Yayasan Mitra Netra. Materinya meliputi HTML, MySQL, dan PHP.

Program tersebut ditujukan untuk memperluas keterampilan pemrograman di kalangan tunanetra. Pertuni menyebut pelatihan lanjutan bagi calon instruktur di berbagai daerah sebagai salah satu rencana pengembangan program.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Terbaru di Inspirasi

  2. Berita utama hari ini

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.