TEP UGM Bantu UMKM Muting Masuk Digipangan.id
Pendampingan TEP UGM membantu warga kawasan transmigrasi Muting, Merauke, memakai AI untuk promosi dan memasukkan produk olahan ke Digipangan.id.
Oleh Pandi Muktar
· 2 menit baca
Merauke — Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Gadjah Mada (UGM) memperbarui pendampingan warga kawasan transmigrasi Muting, Merauke, Papua Selatan, pada 11 Oktober 2026 dengan memfasilitasi produk olahan masuk ke Digipangan.id setelah pelatihan promosi berbasis kecerdasan buatan (AI).
Produk yang dikembangkan warga meliputi kue kering, keripik singkong, dan keripik rambak. Pendampingan TEP UGM membantu pelaku usaha menggunakan AI untuk mencari ide promosi dan membuat materi visual pemasaran.
Selain pelatihan, TEP UGM memfasilitasi produk masyarakat masuk ke ekosistem digital melalui Digipangan.id. Platform itu dikembangkan untuk membantu produk olahan Muting ditemukan calon konsumen dan memperluas peluang pemasaran.
Digitalisasi membuka akses pasar produk Muting
Warga sebelumnya menghadapi kendala dalam mempromosikan dan memasarkan produk secara lebih luas. Materi pendampingan juga mencakup pengembangan kemasan, identitas produk, serta aspek keamanan, penyimpanan, dan penentuan tanggal kedaluwarsa.
UGM bersama Kementerian Transmigrasi sebelumnya mengembangkan Digipangan.id sebagai marketplace yang mempertemukan petani dan pelaku usaha lokal dengan konsumen. Program tersebut mencakup kawasan transmigrasi di Distrik Muting, Ulilin, dan Elikobel, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Penggunaan AI diarahkan sebagai alat bantu promosi, bukan pengganti pemeriksaan pelaku usaha. Materi yang dihasilkan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi produk dan usaha yang sebenarnya.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Entrepreneur

Bahlil Sampaikan Empat Kebijakan untuk UMKM dan Pengusaha Daerah
Bahlil menyampaikan empat kebijakan sektor energi dan pertambangan untuk memperluas akses UMKM, koperasi, serta pengusaha lokal melalui IUP prioritas,…
Berita utama hari ini

Baca juga



