Kabar18.com

Rabu, 30 September 2026

Tiga Helikopter Chinook Menuntaskan Dukungan Jepang untuk Karhutla Kalimantan

Pemerintah Jepang menghentikan dukungan pemadaman karhutla di Kalimantan pada 29 September 2026. Tiga helikopter Chinook telah menjalankan lebih dari 40 operasi udara.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Sebuah helikopter militer Chinook terbang di langit berlatar perbukitan.
Ilustrasi: Sebuah helikopter militer Chinook terbang di langit berlatar perbukitan. · Foto: Veronika Andrews / Pexels

Kalimantan — Pemerintah Jepang mengakhiri dukungan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan pada Selasa, 29 September 2026, setelah operasi bantuan yang melibatkan Pasukan Bela Diri Jepang berlangsung sejak 16 September 2026.

Keputusan tersebut diperintahkan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi. Menurut laporan yang mengutip Kementerian Pertahanan Jepang dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Indonesia menyampaikan bahwa penanganan kebakaran selanjutnya dapat dilakukan secara mandiri.

Dalam misi itu, Jepang mengerahkan tiga helikopter CH-47 Chinook yang dibawa kapal JS Kunisaki. Armada tersebut menjalankan operasi pengeboman air di wilayah Kalimantan Barat, termasuk Pontianak dan Ketapang.

Hingga Senin, 28 September 2026, tiga helikopter itu telah melakukan lebih dari 40 kali operasi pemadaman udara dengan menjatuhkan sekitar 220 ton air. Bantuan tersebut menjadi operasi pemadaman karhutla luar negeri pertama bagi militer Jepang.

Mengapa Pengakhiran Misi Jepang Penting bagi Indonesia

Pengakhiran misi menandai beralihnya penanganan karhutla kepada Indonesia setelah dukungan udara Jepang dinilai membantu mencegah meluasnya kebakaran. Informasi ini penting bagi pembaca karena operasi berlangsung di Kalimantan Barat, wilayah Indonesia yang menjadi lokasi pengerahan armada dan personel Jepang.

BNPB menyebut Kementerian Pertahanan Jepang mengeluarkan perintah untuk mengakhiri bantuan pada Selasa, 29 September 2026. Pasukan Jepang mengakhiri kegiatan mereka pada hari yang sama dan bersiap kembali setelah persiapan kepulangan selesai.

Kapal JS Kunisaki membawa tiga helikopter CH-47 Chinook ke Indonesia. Kapal tersebut tiba di Terminal Kijing, Kalimantan Barat, pada 10 September 2026, sedangkan operasi udara dimulai pada 16 September 2026.

Selama operasi, pengeboman air dilakukan di sejumlah wilayah Kalimantan Barat. Pemerintah Jepang menyatakan dukungan itu membantu mencegah penyebaran kebakaran, sementara pemerintah Indonesia menyampaikan bahwa respons berikutnya dapat ditangani sendiri.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Pertahanan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.