Kabar18.com

Rabu, 14 Oktober 2026

TNI dan Australia Gelar Keris Woomera 2026 di Banyuwangi

TNI dan ADF menggelar Keris Woomera 2026 di Banyuwangi pada 12–20 Oktober. Latihan melibatkan sekitar 1.000 personel Australia dan 1.235 personel TNI.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Kapal induk militer berlabuh di perairan dekat pelabuhan dengan langit senja.
Ilustrasi: Kapal induk militer berlabuh di perairan dekat pelabuhan dengan langit senja. · Foto: Oleksiy Yeshtokyn,🌻🇺🇦🌻 / Pexels

Banyuwangi — Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Bersenjata Australia (Australian Defence Force/ADF) menggelar Latihan Gabungan Bersama Keris Woomera 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur, pada 12–20 Oktober 2026. Latihan ini melibatkan sekitar 1.000 personel ADF dan 1.235 personel TNI, atau 2.235 personel berdasarkan rincian resmi kedua kontingen.

Upacara pembukaan berlangsung di kapal perang Australia HMAS Choules yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Wangi. Latihan tersebut merupakan kegiatan latihan gabungan luar negeri terbesar ADF pada 2026 dan mencakup kerja sama lintas matra antara Indonesia dan Australia.

Materi latihan meliputi pendaratan amfibi, latihan tembak langsung, integrasi operasi maritim, evakuasi warga sipil, latihan siber, serta operasi pasukan khusus. Kegiatan juga mencakup High Mobility Artillery Rocket System Rapid Insertion (HIRAIN), yakni pengerahan cepat sistem artileri roket mobilitas tinggi.

Latihan memperkuat interoperabilitas pertahanan Indonesia-Australia

Bagi pembaca nasional, Keris Woomera menunjukkan peningkatan kemampuan TNI dan ADF untuk merencanakan serta menjalankan operasi gabungan. Latihan ini menghubungkan kemampuan darat, laut, udara, amfibi, siber, dan pasukan khusus dalam satu rangkaian kegiatan.

Australia mengerahkan unsur pasukan amfibi bersama HMAS Choules, sedangkan TNI menyiapkan sejumlah kemampuan dan alutsista dari matra darat, laut, dan udara. Latihan dijadwalkan berlangsung di Banyuwangi serta lokasi latihan lain di Jawa Timur dan Manado.

Keris Woomera merupakan latihan bilateral Australia-Indonesia yang pertama kali dilaksanakan pada 2024 dan diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Pada 2026, latihan ini melibatkan lebih dari 2.000 personel dari kedua negara dan menguji koordinasi dalam operasi militer bersama.

Rangkaian latihan berakhir pada 20 Oktober 2026 sesuai jadwal yang diumumkan oleh pihak Australia.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

    Dua Festival Jawa Timur Masuk Agenda KEN 2026

    Hiburan

    Dua Festival Jawa Timur Masuk Agenda KEN 2026

    Festival Musik Tong-Tong di Sumenep dijadwalkan pada 17–18 Oktober 2026, sedangkan Gandrung Sewu di Banyuwangi berlangsung pada 22–24 Oktober 2026. Ke…

  2. Terbaru di Pertahanan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.