TNI dan Australia Tutup Latihan Keris Woomera di Baluran
TNI dan Australian Defence Force menutup Latgabma Keris Woomera 2026 di Baluran, Situbondo, dengan latihan tembak terpadu pada 20 Oktober. Kegiatan ini melibatkan personel kedua negara.
Oleh Arsyid Muhamad
· 2 menit baca
Situbondo — Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Australian Defence Force (ADF) menutup Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026 dengan latihan menembak terintegrasi di Pusat Latihan Tempur Marinir 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (20/10/2026).
Latihan gabungan tersebut berlangsung selama sembilan hari, sejak Senin (12/10/2026) hingga Selasa (20/10/2026), dan melibatkan sekitar 1.000 personel ADF serta lebih dari 1.200 personel TNI. Rangkaian kegiatan mencakup unsur darat, laut, udara, dan siber.
Penutupan latihan di Baluran diisi rentetan tembakan roket, tembakan artileri, serangan udara pesawat Tucano, hujan mortir, serta serangan pasukan darat. Kegiatan itu menjadi bagian dari latihan militer gabungan yang dilaksanakan di Jawa Timur, Laut Bali, dan sejumlah wilayah sekitarnya.
Latihan memperkuat interoperabilitas TNI dan ADF
Bagi pembaca nasional, Keris Woomera menunjukkan kerja sama pertahanan Indonesia-Australia tidak hanya berlangsung di satu matra. Latihan ini menguji koordinasi pasukan dan penggunaan alat utama sistem persenjataan secara terpadu dalam skenario operasi gabungan.
Sebelum penutupan, personel kedua negara menjalankan latihan pendaratan amfibi di Pantai Banongan, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo. Skenarionya meliputi pergerakan pasukan dari laut ke darat, pengintaian, pembersihan pantai, serta perebutan sasaran tumpuan pantai.
Latihan juga melibatkan kapal dan unsur udara. Dalam demonstrasi pendaratan amfibi, TNI mengerahkan dua pesawat Super Tucano, sedangkan Angkatan Udara Australia mengerahkan tiga pesawat PC-21. Unsur laut terdiri atas kapal dan perahu pendarat yang mendukung pergerakan pasukan menuju pantai.
Latgabma Keris Woomera 2026 merupakan latihan militer antara TNI dan ADF untuk menyelaraskan prosedur taktis, meningkatkan kemampuan operasi gabungan, serta memperkuat koordinasi unsur laut, darat, dan udara. Laporan yang tersedia tidak menyebut agenda lanjutan setelah penutupan latihan pada 20 Oktober 2026.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pertahanan
KPK Akan Bersurat kepada Panglima TNI soal Korupsi BNPB
KPK akan bersurat kepada Panglima TNI terkait dugaan korupsi dana siap pakai BNPB yang melibatkan prajurit aktif. KPK juga telah menjelaskan peran Suh…
Terbaru di Pertahanan

Berita utama hari ini

Baca juga



