Kabar18.com

Kamis, 15 Oktober 2026

Trump Pertimbangkan Sanksi Dilonggarkan, Brent Turun di Beijing

Harga minyak mentah Brent turun menjadi US$104,67 per barel pada 15 Oktober 2026 setelah Amerika Serikat mempertimbangkan pelonggaran sanksi kapal armada bayangan. Kebijakan itu ditujukan untuk menekan biaya pengiriman minyak.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Kapal tanker merah berlayar di perairan laut luas di bawah langit cerah.
Ilustrasi: Kapal tanker merah berlayar di perairan laut luas di bawah langit cerah. · Foto: K / Pexels

Beijing — Harga minyak mentah Brent turun pada Kamis (15/10) menjadi US$104,67 per barel setelah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap kapal-kapal yang masuk kategori shadow fleet atau armada bayangan.

Reuters melaporkan harga Brent turun US$1,39 atau 1,31 persen menjadi US$104,67 per barel pada pukul 01.16 GMT atau 08.16 WIB. Penurunan itu terjadi ketika investor menimbang risiko gangguan pasokan akibat serangan terhadap pelayaran di Selat Hormuz dan upaya Amerika Serikat menekan biaya pengiriman minyak.

Kapal-kapal dalam armada bayangan tersebut sebelumnya digunakan untuk mengangkut minyak mentah dan produk minyak dari negara-negara yang dikenai sanksi, termasuk Rusia, Iran, dan Venezuela. Pembahasan kebijakan berfokus pada kemungkinan mengizinkan minyak legal, yakni minyak mentah atau produk minyak yang tidak terkena sanksi Amerika Serikat, diangkut menggunakan kapal-kapal yang sebelumnya dikenai sanksi.

Harga energi dan biaya impor Indonesia ikut menjadi perhatian

Bagi pembaca di Indonesia, perubahan harga minyak dunia dapat memengaruhi biaya energi dan beban impor. Pergerakan Brent menjadi salah satu rujukan penting bagi pasar energi global, sementara biaya pengiriman yang lebih tinggi dapat menambah tekanan pada rantai pasok minyak.

Seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan pelonggaran sanksi dipertimbangkan untuk membantu menekan harga minyak dan mengalirkan lebih banyak minyak mentah serta produk olahan dari kawasan Teluk. Perusahaan yang ingin menggunakan kapal-kapal tersebut perlu mengajukan permohonan kepada Departemen Keuangan Amerika Serikat.

Departemen Energi Amerika Serikat menyatakan keringanan sanksi tidak akan memungkinkan Rusia memindahkan minyak mentah atau produk minyak yang tetap terkena sanksi. Sumber industri maritim menilai dampak pelonggaran terhadap tarif angkutan dapat terbatas karena perusahaan asuransi kapal masih terikat aturan Uni Eropa dan Inggris.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Internasional

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.