UI Tampilkan 40 Startup di Festival Inovasi Jakarta Selatan
UI Innovation Festival 2026 berlangsung di Mall Gandaria City, Jakarta Selatan, pada 2–3 Oktober. Acara ini menampilkan 40 startup, inovasi kampus, serta kegiatan publik.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Jakarta Selatan — Universitas Indonesia (UI) menggelar UI Innovation Festival 2026 di Mall Gandaria City, Jakarta Selatan, pada 2–3 Oktober 2026. Festival ini menampilkan inovasi UI, kampus mitra, dan startup binaan UI kepada publik.
Pameran tersebut menghadirkan 40 startup yang dihasilkan UI melalui program pendanaan PRIME STeP. Stan-stan itu menampilkan produk dan inovasi di berbagai bidang, termasuk kecerdasan artifisial, pangan, serta produk fungsional.
Selain startup binaan, festival mempertemukan karya dari sejumlah perguruan tinggi mitra, termasuk Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Pertanian Bogor. Rangkaian kegiatannya mencakup pameran inovasi, talkshow, seminar, lokakarya, kompetisi, promosi produk, dan aktivitas interaktif.
Festival mempertemukan inovasi kampus dan calon mitra
Bagi pembaca, kegiatan ini menunjukkan bagaimana hasil riset perguruan tinggi diperkenalkan di ruang publik dan diarahkan menuju pemanfaatan yang lebih luas. UI menyebut festival tersebut sebagai ruang pertemuan akademisi, startup, industri, pemerintah, dan masyarakat.
Penyelenggaraan di pusat perbelanjaan juga membuat pengunjung dapat melihat langsung produk yang dikembangkan UI dan startup binaannya. Festival turut menggandeng mitra teknologi global, termasuk Google, serta menghadirkan seminar dan lokakarya mengenai pemanfaatan kecerdasan artifisial.
UI Innovation Festival 2026 mengangkat tema “Acceleration of Technology Innovation for National Self-Reliance”. Kegiatan selama dua hari itu juga diarahkan untuk mendorong hilirisasi riset, transfer teknologi, komersialisasi inovasi, serta peluang kolaborasi dan investasi.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Inspirasi
Diterima Melbourne, Amel Carla Tunda Studi demi Mencari Beasiswa
Amel Carla diterima di The University of Melbourne setelah gagal memperoleh beasiswa LPDP. Ia menunda penerimaan sambil mencoba mencari pendanaan untu…
Terbaru di Teknologi

Berita utama hari ini

Baca juga





