Wakapolri Tetapkan Respons Call Center 110 dalam 10 Detik
Wakapolri Wahyu Hadiningrat menetapkan standar baru Call Center 110 agar laporan masyarakat dijawab dalam 10 detik. Polri juga melaporkan penanganan 41.873 kasus premanisme dan 12.015 perkara pungli serta pemerasan pada 2026.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 2 menit baca
Jakarta — Wakapolri Komjen Wahyu Hadiningrat mengumumkan standar baru layanan Call Center 110 pada Kamis, 8 Oktober 2026, dengan target laporan masyarakat dijawab petugas dalam 10 detik.
Standar tersebut disampaikan dalam agenda “2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita” di Jakarta. Polri menyatakan percepatan respons menjadi bagian dari penguatan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam penjelasannya, Wakapolri juga menyebut penguatan penegakan hukum terhadap premanisme, pungutan liar, dan pemerasan. Sepanjang 2026, Polri menangani 41.873 kasus premanisme. Sebanyak 29.197 perkara telah diselesaikan dengan 55.941 tersangka ditetapkan.
Untuk perkara pungutan liar dan pemerasan, Polri menangani 12.015 kasus. Dari jumlah tersebut, 8.378 perkara telah diselesaikan dengan 16.096 tersangka ditetapkan.
Respons 10 detik memperkuat akses laporan masyarakat
Bagi pembaca, standar Call Center 110 memberi ukuran waktu yang jelas ketika masyarakat menyampaikan laporan hukum atau membutuhkan bantuan kepolisian. Layanan itu menjadi salah satu jalur yang disebut Polri untuk mempercepat penerimaan dan tindak lanjut pengaduan.
Penguatan layanan berjalan bersamaan dengan penindakan terhadap gangguan keamanan yang dapat memengaruhi masyarakat dan dunia usaha. Polri menyatakan langkah tersebut ditujukan untuk menjaga keamanan serta kepastian hukum.
Data penanganan perkara yang dipaparkan Wakapolri mencakup 41.873 kasus premanisme dan 12.015 perkara pungutan liar serta pemerasan sepanjang 2026. Laporan yang tersedia tidak menyebut langkah lanjutan lain selain penerapan standar respons Call Center 110 dan penguatan penegakan hukum.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pertahanan
Prabowo Usulkan Calon TNI-Polri Berkacamata Bisa Mendaftar Jadi TNI dan Polri
Presiden Prabowo mengusulkan calon TNI dan Polri berkacamata tetap dapat mengikuti rekrutmen. Seleksi diminta menilai kemampuan intelektual selain kon…
Terbaru di Olahraga

Berita utama hari ini

Baca juga





