Kabar18.com

Senin, 12 Oktober 2026

Warga Terdampak Kabut Asap di Pekanbaru Bertambah Menjadi 10.599 Orang

Pemerintah Kota Pekanbaru mencatat 10.599 warga mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap hingga 7 Oktober 2026. Pembelajaran jarak jauh bagi siswa PAUD hingga SMP diperpanjang sampai 10 Oktober.

Oleh

· 2 menit baca

Pekanbaru — Pemerintah Kota Pekanbaru mencatat 10.599 warga mengalami gangguan kesehatan terkait kabut asap sepanjang 24 Agustus hingga 7 Oktober 2026, menurut laporan BBC News Indonesia pada 11 Oktober 2026. Angka itu menjadi perkembangan terbaru setelah sebelumnya tercatat 9.932 warga terdampak hingga 5 Oktober.

Mengapa ini penting: Sebanyak 10.599 warga tercatat mengalami gangguan kesehatan dan siswa PAUD hingga SMP menjalani pembelajaran jarak jauh sampai 10 Oktober 2026.

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti Pekanbaru pada Jumat, 9 Oktober. Jarak pandang di sejumlah lokasi terbatas, sementara warga melaporkan gangguan pernapasan dan gejala kesehatan lain.

Pemerintah Kota Pekanbaru memperpanjang pembelajaran jarak jauh bagi siswa pendidikan anak usia dini hingga sekolah menengah pertama sampai 10 Oktober. Kebijakan itu diberlakukan setelah kualitas udara memburuk dan sempat masuk kategori berbahaya pada 7 Oktober, menurut SuaraRiau.id.

Data sebelumnya menunjukkan 9.932 warga terdampak gangguan kesehatan sejak 25 Agustus hingga 5 Oktober. Keluhan yang tercatat meliputi infeksi saluran pernapasan akut, pneumonia, mata merah, iritasi kulit, dan asma. Balita, anak-anak, serta lanjut usia menjadi kelompok yang banyak terdampak.

Pemerintah Kota Pekanbaru menyatakan hingga 6 Oktober tidak ditemukan titik api baru di wilayah kota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah menyebut asap yang menyelimuti Pekanbaru berasal dari daerah lain.

SuaraRiau.id melaporkan kualitas udara Pekanbaru pada 7 Oktober berada pada kondisi sangat tidak sehat dan sempat mencapai kategori berbahaya pada pukul 13.00. Pemantauan itu dilakukan berdasarkan parameter kualitas udara dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan.

Kementerian Kehutanan menyebut pada 9 Oktober masih terdapat lebih dari 380 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di sejumlah provinsi di Kalimantan dan Sumatra. Operasi penanggulangan karhutla lintas lembaga masih berlangsung.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Daerah

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.