Kabar18.com

Rabu, 7 Oktober 2026

189 Orang Dipantau setelah Dugaan Pes di Irkutsk

Sebanyak 189 orang dipantau di wilayah Irkutsk setelah pegawai berusia 27 tahun di lembaga penelitian antipes jatuh sakit. Penyebab penyakit dan kematian belum dikonfirmasi resmi.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Lorong luar gedung bertiang beton tanpa orang dengan bayangan matahari.
Ilustrasi: Lorong luar gedung bertiang beton tanpa orang dengan bayangan matahari. · Foto: İrfan Simsar / Pexels

Irkutsk — Sebanyak 189 orang dipantau pada 5 Oktober 2026 setelah seorang pegawai berusia 27 tahun di lembaga penelitian antipes Rusia jatuh sakit. Pemantauan dilakukan di wilayah Irkutsk setelah pegawai itu diduga terpapar penyakit pes.

CNBC melaporkan pegawai tersebut didiagnosis mengalami pneumonia dengan etiologi yang belum diketahui, berdasarkan keterangan pengawas kesehatan masyarakat Rusia, Rospotrebnadzor. Kepala Republik Buryatia, Alexei Tsydenov, menyatakan perempuan itu meninggal akibat bentuk penyakit pes yang belum ditentukan, tetapi penyebab kematian belum dikonfirmasi secara resmi.

Pengujian lanjutan, menurut Rospotrebnadzor, tidak mendeteksi mikroorganisme yang berkaitan dengan aktivitas kerja pegawai tersebut. Situasi sanitasi dan epidemiologi di Irkutsk serta Shelekhov tetap stabil. Seluruh orang yang berkontak dengan pasien telah diidentifikasi dan menjalani pengawasan medis.

Pemantauan pes menjadi perhatian kesehatan lintas negara

Perkembangan ini relevan bagi pembaca Indonesia karena menyangkut dugaan penyakit menular berbahaya dan respons karantina di kawasan Eurasia. Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan mengetahui laporan tentang pekerja laboratorium di wilayah Irkutsk yang meninggal karena pneumonia berat dan menawarkan dukungan kepada Rusia. Risiko bagi masyarakat umum dinilai rendah, sementara penilaian dapat diperbarui setelah informasi tambahan tersedia.

Pegawai berusia 27 tahun itu dirawat pada 29 September setelah mengalami pneumonia berat dan sebelumnya melakukan perjalanan kerja ke Buryatia, dekat perbatasan Mongolia. Rincian perjalanan dan dugaan paparan tersebut berasal dari laporan media lokal, bukan konfirmasi resmi mengenai penyebab penyakit.

Sebanyak 189 orang berada dalam pemantauan medis dan tidak ada gejala yang disebutkan pada kontak yang dipantau. Rospotrebnadzor juga menyebut tidak ada mikroorganisme yang terkait dengan pekerjaan pasien ditemukan dalam sampel yang diperiksa.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Kesehatan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.