189 Orang Dipantau setelah Dugaan Pes di Irkutsk
Sebanyak 189 orang dipantau di wilayah Irkutsk setelah pegawai berusia 27 tahun di lembaga penelitian antipes jatuh sakit. Penyebab penyakit dan kematian belum dikonfirmasi resmi.
Oleh Asyinta Sastra
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Irkutsk — Sebanyak 189 orang dipantau pada 5 Oktober 2026 setelah seorang pegawai berusia 27 tahun di lembaga penelitian antipes Rusia jatuh sakit. Pemantauan dilakukan di wilayah Irkutsk setelah pegawai itu diduga terpapar penyakit pes.
CNBC melaporkan pegawai tersebut didiagnosis mengalami pneumonia dengan etiologi yang belum diketahui, berdasarkan keterangan pengawas kesehatan masyarakat Rusia, Rospotrebnadzor. Kepala Republik Buryatia, Alexei Tsydenov, menyatakan perempuan itu meninggal akibat bentuk penyakit pes yang belum ditentukan, tetapi penyebab kematian belum dikonfirmasi secara resmi.
Pengujian lanjutan, menurut Rospotrebnadzor, tidak mendeteksi mikroorganisme yang berkaitan dengan aktivitas kerja pegawai tersebut. Situasi sanitasi dan epidemiologi di Irkutsk serta Shelekhov tetap stabil. Seluruh orang yang berkontak dengan pasien telah diidentifikasi dan menjalani pengawasan medis.
Pemantauan pes menjadi perhatian kesehatan lintas negara
Perkembangan ini relevan bagi pembaca Indonesia karena menyangkut dugaan penyakit menular berbahaya dan respons karantina di kawasan Eurasia. Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan mengetahui laporan tentang pekerja laboratorium di wilayah Irkutsk yang meninggal karena pneumonia berat dan menawarkan dukungan kepada Rusia. Risiko bagi masyarakat umum dinilai rendah, sementara penilaian dapat diperbarui setelah informasi tambahan tersedia.
Pegawai berusia 27 tahun itu dirawat pada 29 September setelah mengalami pneumonia berat dan sebelumnya melakukan perjalanan kerja ke Buryatia, dekat perbatasan Mongolia. Rincian perjalanan dan dugaan paparan tersebut berasal dari laporan media lokal, bukan konfirmasi resmi mengenai penyebab penyakit.
Sebanyak 189 orang berada dalam pemantauan medis dan tidak ada gejala yang disebutkan pada kontak yang dipantau. Rospotrebnadzor juga menyebut tidak ada mikroorganisme yang terkait dengan pekerjaan pasien ditemukan dalam sampel yang diperiksa.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Internasional
Kemlu RI Pastikan WNI di Rusia dan Ukraina Aman Usai Serangan Drone ke Moskow
Kementerian Luar Negeri RI menyatakan WNI di Rusia dan Ukraina dalam kondisi aman setelah serangan drone besar-besaran menghantam wilayah Moskow, sera…
Terbaru di Kesehatan

Berita utama hari ini

Baca juga




