Apa Arti Perjalanan Try Sutrisno Menuju Wapres ke-6 RI?
Try Sutrisno menapaki karier dari perwira lapangan, menjadi ajudan Presiden Soeharto pada 1974, lalu diangkat sebagai Wakil Presiden ke-6 RI pada 1993 hingga 1998.
Oleh Mukmin John
· Peristiwa: · 2 menit baca
Jakarta — Try Sutrisno resmi diangkat sebagai Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia pada 1993 setelah menjalani karier militer, termasuk menjadi ajudan Presiden Soeharto sejak 1974.
Try memulai karier militernya pada 1960 di kesatuan Zeni yang bertugas melakukan rekonstruksi dan destruksi prasarana militer di medan perang. Ia menjalani tugas sebagai perwira lapangan hingga 1974, sebelum ditugaskan mendampingi Soeharto sebagai ajudan.
Selama empat tahun menjadi ajudan, karier Try berlanjut ke sejumlah posisi penting. Ia dipercaya menjadi Kepala Staf Kodam Udayana, kemudian Panglima Kodam Sriwijaya pada 1979 dan Panglima Kodam Jakarta Raya pada 1982. Setelah itu, ia menempati posisi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat sebelum menjadi Kepala Staf Angkatan Darat.
Pada 1988, Soeharto mengangkat Try sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Lima tahun kemudian, Try resmi diangkat menjadi Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia. Ia mendampingi Soeharto dan menjalankan jabatan tersebut hingga 1998, sebelum digantikan B.J. Habibie.
Karier Try menunjukkan jalur panjang menuju jabatan nasional
Perjalanan Try penting bagi pembaca karena memperlihatkan bagaimana pengalaman lapangan, penugasan di lingkungan kepresidenan, dan jabatan komando membentuk karier seorang tokoh militer hingga mencapai posisi kenegaraan. Ketika menjadi Wakil Presiden, Try banyak mengurusi pengawasan pembangunan nasional.
Catatan karier tersebut juga menempatkan masa tugas sebagai ajudan pada 1974 sebagai titik penting dalam perjalanan Try. Dari posisi itu, ia melanjutkan tugas di sejumlah komando militer, kemudian memimpin Angkatan Bersenjata Republik Indonesia sebelum terpilih menjadi Wakil Presiden pada 1993.
Sumber
Baca berikutnya
Terbaru di Tokoh

Hasna Nur Shadrina Lulus Teknik Lingkungan ITS di Surabaya
Hasna Nur Shadrina meraih gelar sarjana Teknik Lingkungan ITS pada usia 19 tahun 7 bulan. Ia menjadi wisudawan termuda pada Wisuda ke-134 ITS di Surab…
Berita utama hari ini

Baca juga



