AS dan China Rekomendasikan Tarif Lebih Rendah di Washington
Amerika Serikat dan China merekomendasikan perlakuan tarif lebih menguntungkan untuk barang non-sensitif senilai US$30 miliar dari masing-masing negara. China juga merencanakan impor batu bara.
Oleh Kevin Mikael Januar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Washington — Amerika Serikat dan China pada 29 September 2026 menyepakati rekomendasi perlakuan tarif yang lebih menguntungkan untuk barang non-sensitif senilai US$30 miliar dari masing-masing negara, sementara China berencana mengimpor sedikitnya 10 juta metrik ton batu bara Amerika Serikat pada 2027 dan 2028.
Kesepakatan tersebut diumumkan dalam rangkaian hasil pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Washington. Nilai perdagangan yang tercakup mencapai US$60 miliar jika rekomendasi dari kedua arah digabungkan. Daftar itu mencakup barang yang dinilai non-sensitif, tetapi tidak menetapkan besaran penurunan tarif maupun tanggal mulai penerapannya.
Daftar barang China mencakup berbagai produk Amerika Serikat, termasuk hasil pertanian, makanan laut, produk kayu, kosmetik, peralatan medis, serta batu bara. Sebaliknya, daftar Amerika Serikat mencakup sejumlah barang dari China, antara lain peralatan rumah tangga kecil, mainan, dekorasi hari raya, dan kursi mobil anak.
Mengapa Kesepakatan Ini Penting bagi Indonesia
Perubahan perlakuan tarif antara dua ekonomi terbesar dunia dapat memengaruhi arus perdagangan komoditas dan persaingan pemasok di pasar global. Rencana impor batu bara China dari Amerika Serikat juga menambah unsur baru dalam perdagangan energi, yang relevan bagi negara berkembang dan eksportir komoditas seperti Indonesia.
Dampak langsung terhadap perdagangan Indonesia belum dapat ditentukan dari kesepakatan ini saja.
Kesepakatan itu berada di bawah US-China Board of Trade. Nilai US$30 miliar untuk daftar barang dari masing-masing negara dihitung berdasarkan data impor 2024. Rencana batu bara berlaku untuk impor sedikitnya 10 juta metrik ton per tahun pada 2027 dan kembali pada 2028.
Langkah berikutnya adalah peninjauan daftar barang oleh kedua negara dengan tujuan memberikan perlakuan tarif yang lebih rendah secara timbal balik. Besaran pengurangan dan tanggal penerapannya belum diumumkan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Internasional
Trump Tolak Rencana Iran untuk Membuka Kembali Selat Hormuz
Donald Trump menolak rencana tujuh hari Iran untuk menghentikan pertempuran, membuka kembali Selat Hormuz, dan memulai lagi perundingan nuklir dengan…
Terbaru di Internasional

Berita utama hari ini

Baca juga





