Kabar18.com

Sabtu, 26 September 2026

Bali Didorong Jadi Pelopor Gerakan Pilah Sampah Nasional

Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin mendorong Bali menjadi pelopor gerakan pemilahan sampah nasional dalam Dialog Kenegaraan di Denpasar, Jumat (25/9/2026). Bali kini mengoperasikan 292 TPS3R dan 962 bank sampah umum.

Oleh

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin menyampaikan pandangannya dalam Dialog Kenegaraan DPD RI tentang tata kelola sampah terpadu di Denpasar, Bali, Jumat (25/9/2026…
Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin menyampaikan pandangannya dalam Dialog Kenegaraan DPD RI tentang tata kelola sampah terpadu di Denpasar, Bali, Jumat (25/9/2026). · Foto: Istimewa

JAKARTA, KABAR18.COM — Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin mendorong Provinsi Bali menjadi pelopor gerakan pemilahan sampah secara nasional. Keberadaan desa adat, banjar, hingga sektor pariwisata dinilai menjadi modal sosial kuat untuk membangun tata kelola sampah berbasis masyarakat.

“Kalau Bali mulai memilah, Indonesia harus ikut berbenah. Pemilahan sampah harus menjadi budaya,” ujar Sultan dalam Dialog Kenegaraan DPD RI bertema Tata Kelola Sampah Terpadu Berbasis Ekosistem Masyarakat Daerah di Denpasar, Bali, Jumat (25/9/2026).

Sultan menekankan pentingnya meninggalkan paradigma lama “kumpulkan, angkut, buang” menuju pengelolaan sampah dari sumber guna mendukung ekonomi hijau dan Indonesia Emas 2045.

Pendekatan ini sejalan dengan gagasan Green Democracy serta RUU Daerah Kepulauan yang mengintegrasikan tata kelola ruang darat dan laut agar sampah tidak mencemari ekosistem pesisir.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyambut positif dorongan tersebut dan menegaskan komitmen Pemprov Bali untuk menyelesaikan persoalan sampah sedekat mungkin dari sumbernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Bali I Made Dwi Arbani mencatat saat ini Bali telah mengoperasikan 292 TPS3R dan 962 bank sampah umum.

Dukungan juga datang dari kalangan praktisi dan akademisi. Praktisi ecoBali/Waste4Change Arbi Fuadi Mauldina mendesak transisi menuju ekonomi sirkular.

Sedangkan Guru Besar Universitas Udayana Prof. Ni Luh Kartini menggarisbawahi bahwa sekitar 65 persen sampah merupakan bahan organik yang berpotensi diolah menjadi kompos serta energi produktif bagi pertanian.

“Sampah harus selesai dari sumber. Desa dan TPS3R harus diperkuat agar sampah berubah dari beban menjadi sumber daya dan peluang ekonomi,” ujar Kartini.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.