Kabar18.com

Rabu, 30 September 2026

BI Waspadai Modal Asing Keluar akibat Gejolak Global di Jakarta

Bank Indonesia memperingatkan risiko flight to quality akibat konflik geopolitik dan kebijakan moneter global yang ketat. Tekanan itu dapat memengaruhi aliran modal, neraca pembayaran, dan rupiah.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Tangan memegang beberapa lembar uang kertas Euro di depan layar grafik bursa finansial.
Ilustrasi: Tangan memegang beberapa lembar uang kertas Euro di depan layar grafik bursa finansial. · Foto: Jakub Zerdzicki / Pexels

Jakarta — Bank Indonesia (BI) mewaspadai risiko keluarnya modal asing dari Indonesia pada Senin, 28 September 2026, akibat konflik geopolitik dan kebijakan moneter global yang masih ketat.

Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan kewaspadaan itu dalam rapat kerja bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta. Menurut Destry, gejolak tersebut dapat memicu flight to quality, yakni perpindahan dana investor dari negara berkembang menuju aset yang dipandang lebih aman di negara maju.

Perpindahan dana itu berpotensi memengaruhi kinerja neraca pembayaran Indonesia dan stabilitas nilai tukar rupiah. Risiko tersebut muncul ketika konflik geopolitik berlangsung bersamaan dengan kebijakan moneter global yang masih ketat.

Mengapa kewaspadaan BI penting bagi pembaca

Arus modal asing berkaitan dengan kondisi pasar keuangan Indonesia. Jika investor memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih aman, tekanan dapat muncul pada aliran modal, neraca pembayaran, dan nilai tukar rupiah. Karena itu, perkembangan global menjadi faktor yang dipantau BI dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

BI menyatakan akan merespons tantangan tersebut melalui bauran kebijakan yang adaptif dan terintegrasi. Kebijakan itu diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi.

Dalam keterangan terkait kebijakan September 2026, BI juga menyebut penguatan stabilitas nilai tukar dilakukan di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Bank sentral mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75% dan memperluas kebijakan insentif untuk meningkatkan aliran masuk modal asing.

Langkah kebijakan BI mencakup pengelolaan instrumen moneter, penguatan stabilitas nilai tukar rupiah, serta pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing. Kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.