BI Waspadai Modal Asing Keluar akibat Gejolak Global di Jakarta
Bank Indonesia memperingatkan risiko flight to quality akibat konflik geopolitik dan kebijakan moneter global yang ketat. Tekanan itu dapat memengaruhi aliran modal, neraca pembayaran, dan rupiah.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Bank Indonesia (BI) mewaspadai risiko keluarnya modal asing dari Indonesia pada Senin, 28 September 2026, akibat konflik geopolitik dan kebijakan moneter global yang masih ketat.
Gubernur BI Destry Damayanti menyampaikan kewaspadaan itu dalam rapat kerja bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta. Menurut Destry, gejolak tersebut dapat memicu flight to quality, yakni perpindahan dana investor dari negara berkembang menuju aset yang dipandang lebih aman di negara maju.
Perpindahan dana itu berpotensi memengaruhi kinerja neraca pembayaran Indonesia dan stabilitas nilai tukar rupiah. Risiko tersebut muncul ketika konflik geopolitik berlangsung bersamaan dengan kebijakan moneter global yang masih ketat.
Mengapa kewaspadaan BI penting bagi pembaca
Arus modal asing berkaitan dengan kondisi pasar keuangan Indonesia. Jika investor memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih aman, tekanan dapat muncul pada aliran modal, neraca pembayaran, dan nilai tukar rupiah. Karena itu, perkembangan global menjadi faktor yang dipantau BI dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
BI menyatakan akan merespons tantangan tersebut melalui bauran kebijakan yang adaptif dan terintegrasi. Kebijakan itu diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi.
Dalam keterangan terkait kebijakan September 2026, BI juga menyebut penguatan stabilitas nilai tukar dilakukan di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Bank sentral mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75% dan memperluas kebijakan insentif untuk meningkatkan aliran masuk modal asing.
Langkah kebijakan BI mencakup pengelolaan instrumen moneter, penguatan stabilitas nilai tukar rupiah, serta pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing. Kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pendidikan
Polri Buka Penerimaan SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Jakarta
Polri membuka pendaftaran angkatan ketiga SMA Kemala Taruna Bhayangkara untuk tahun ajaran 2027/2028. Sebanyak 180 siswa mendapat beasiswa penuh selam…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Baca juga





