IHSG Menguat 2,83 Persen ke Level 5.059 di Jakarta
IHSG dibuka naik 139,28 poin atau 2,83 persen ke level 5.059 di Jakarta pada Kamis, 5 November 2026. Sebanyak 510 saham menguat pada awal perdagangan.
Oleh Pandi Muktar
· 1 menit baca
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (5/11/2026), dengan kenaikan 139,28 poin atau 2,83 persen ke level 5.059. Data tersebut tercatat pada awal perdagangan di Jakarta.
Berdasarkan data RTI Business pukul 09.13 WIB, IHSG dibuka di 4.998, dengan level terendah 4.995 dan tertinggi 5.069. Sebanyak 510 saham menguat, 80 saham melemah, dan 92 saham stagnan pada pembukaan perdagangan.
Penguatan IHSG mencerminkan perhatian investor pada sentimen global dan domestik
Penguatan pasar berlangsung ketika investor mencermati hasil pemilu Amerika Serikat, penurunan harga minyak, serta rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2026. Wall Street menguat setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu paruh waktu Amerika Serikat meredakan ketidakpastian politik.
Dari pasar komoditas, harga minyak mentah WTI turun 8 persen ke level USD88 per barel pada Rabu. Pelaku pasar juga menantikan data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2026. Pergerakan tersebut menjadi konteks bagi pembukaan IHSG yang kembali menembus level psikologis 5.000.
Saham-saham badan usaha milik negara turut menjadi penopang penguatan indeks pada sesi I. Perdagangan selanjutnya akan mencerminkan respons investor terhadap perkembangan sentimen global, harga minyak, dan data ekonomi Indonesia yang menjadi perhatian pasar.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Analisis
Mengapa Bencana Hidrometeorologi Mendominasi Indonesia pada 2026?
BNPB mencatat 2.295 bencana di Indonesia hingga 4 November 2026. Bencana hidrometeorologi mendominasi 99,21 persen kejadian, dengan 427 orang meningga…
Terbaru di Ekonomi & Keuangan

Berita utama hari ini

Baca juga




