BMKG Ingatkan Potensi Rob di Sejumlah Pesisir Indonesia
BMKG mengingatkan potensi banjir pesisir atau rob pada Senin, 5 Oktober 2026, di delapan wilayah pesisir Indonesia. Warga diminta menyesuaikan aktivitas dengan pasang air laut.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi banjir pesisir atau banjir rob pada Senin, 5 Oktober 2026, di sejumlah pesisir Indonesia, termasuk Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat.
Masyarakat pesisir diminta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasang air laut.
BMKG juga memprakirakan kondisi cuaca berbeda-beda di sejumlah kota. Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Mataram, Gorontalo, dan Palu diprakirakan mengalami berawan tebal, sementara hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Potensi rob perlu diperhatikan warga pesisir
Potensi banjir rob dapat memengaruhi aktivitas masyarakat di kawasan pesisir, terutama ketika kondisi pasang air laut berlangsung. Karena itu, informasi BMKG menjadi rujukan bagi warga dan pengguna transportasi laut untuk menyesuaikan kegiatan dengan keadaan perairan.
Potensi rob terjadi pada periode 2–23 Oktober 2026 di 18 wilayah pesisir Indonesia. Daftar itu mencakup Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat, serta sejumlah wilayah lain seperti Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Lampung, Banten, Bali, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan Maluku.
Untuk Jawa Tengah, fenomena rob di perairan utara masih berlangsung dengan ketinggian maksimum 1 meter. Rob berlangsung pada pukul 02.00-06.00 WIB dan berdampak pada sejumlah daerah Pantura, termasuk Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Daerah
17 Desa di Majalengka Mengalami Krisis Air Bersih
Sebanyak 17 desa di 11 kecamatan di Kabupaten Majalengka mengalami krisis air bersih selama kemarau panjang. BPBD masih menyalurkan bantuan, sementara…
Terbaru di Lingkungan

Baca juga




