BMKG Prakirakan Gelombang hingga 2,5 Meter di Barat Aceh
BMKG memprakirakan gelombang 1,25 hingga 2,5 meter di Samudra Hindia barat Aceh pada 30 September hingga 3 Oktober 2026. Sejumlah perairan Aceh lain juga masuk prakiraan.
Oleh Pandi Muktar
Editor: Mursyid Sonsang
· 2 menit baca
Banda Aceh — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di Samudra Hindia barat Aceh pada periode 30 September 2026 pukul 07.00 WIB hingga 3 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB.
Informasi tersebut memuat prakiraan gelombang sedang di sejumlah wilayah perairan Indonesia. Samudra Hindia barat Aceh tercantum bersama Samudra Hindia barat Kepulauan Nias dan Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai sebagai wilayah dengan potensi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter.
RRI melaporkan, prakiraan BMKG itu diterbitkan untuk membantu kewaspadaan terhadap aktivitas pelayaran selama periode berlakunya informasi. Laporan lain mengenai wilayah Aceh menyebut tinggi gelombang laut secara umum berada pada kategori tenang hingga sedang, sekitar 0,1 hingga 2,5 meter, dengan beberapa perairan Aceh berpotensi mengalami gelombang 1,25 hingga 2,5 meter.
Mengapa informasi ini penting bagi pembaca
Prakiraan tersebut relevan bagi masyarakat yang melakukan aktivitas pelayaran atau berada di kawasan pesisir Aceh. Nilai tertinggi yang disebut dalam laporan untuk Samudra Hindia barat Aceh adalah 2,5 meter, sedangkan periode informasi BMKG berlangsung hingga 3 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB.
Laporan RRI lainnya merinci potensi gelombang 1,25 hingga 2,5 meter di wilayah Aceh Barat Daya-Simeulue, perairan Sabang-Banda Aceh, perairan Aceh Besar-Meulaboh, perairan Selatan Simeulue, serta perairan Aceh Singkil-Pulau Banyak. Rincian itu menggambarkan bahwa kondisi gelombang dapat berbeda antarwilayah perairan.
Informasi yang tersedia tidak menyebut tindakan lanjutan khusus setelah periode prakiraan tersebut. Pembaruan kondisi laut bergantung pada informasi BMKG berikutnya.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Daerah
Kekeringan Berdampak pada 395.438 Warga di Jawa Timur
BPBD Jawa Timur mencatat 24 dari 29 kabupaten/kota berpotensi kekeringan telah menetapkan status darurat. Sebanyak 36.009 kepala keluarga terdampak da…
Terbaru di Lingkungan

Berita utama hari ini

Baca juga





