Kabar18.com

Minggu, 4 Oktober 2026

BNPB Catat Karhutla di Tiga Provinsi dan Banjir Nias Selatan

BNPB mencatat karhutla di tiga provinsi pada awal Oktober 2026. Banjir di Nias Selatan berdampak pada 75 kepala keluarga dan merusak sekitar 60 unit rumah serta fasilitas publik.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Batang-batang pohon menghitam bekas terbakar berdiri di kawasan hutan dengan latar perbukitan.
Ilustrasi: Batang-batang pohon menghitam bekas terbakar berdiri di kawasan hutan dengan latar perbukitan. · Foto: G N / Pexels

Jakarta — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tiga kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kepulauan Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, dan Jawa Tengah pada awal Oktober 2026, serta menerima laporan banjir di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, pada Jumat (2/10).

Data yang dikutip CNBC Indonesia menyebutkan kebakaran di tiga provinsi itu mencakup Kabupaten Bangka Tengah, Kabupaten Bantaeng, dan Kabupaten Purbalingga. Luas lahan yang terbakar di ketiga wilayah tersebut diperkirakan mencapai 37,5 hektare. Rincian lokasi dan luas kejadian dalam laporan yang tersedia mencakup kebakaran di Desa Padang Baru, Kabupaten Bangka Tengah, seluas 10 hektare; kebakaran di Kelurahan Bonto Lojong, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, seluas 25 hektare; serta kebakaran lahan tebu di Desa Dawuhan, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga, seluas 2,5 hektare.

BNPB juga melaporkan banjir di Desa Hilimbowo, Kecamatan O'o'u, dan Desa Ndraso Maniamolo, Kecamatan Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan. Sebanyak 75 kepala keluarga terdampak. Kerusakan sementara meliputi sekitar 60 unit rumah, satu fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, dan satu balai desa. Curah hujan tinggi disebut menjadi pemicu banjir.

Data bencana menjadi dasar kewaspadaan daerah

Rangkaian laporan tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana pada awal Oktober berlangsung di beberapa wilayah dengan jenis ancaman berbeda. Kebakaran lahan tercatat di tiga provinsi, sedangkan banjir berdampak pada permukiman dan sejumlah fasilitas publik di Nias Selatan.

Hingga laporan terakhir yang dikutip, banjir berangsur surut. Penanganan lanjutan direncanakan melalui pembersihan material lumpur serta normalisasi sungai dan tembok penahan. Penyebab kebakaran di Kabupaten Bantaeng masih dalam penyelidikan.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Lingkungan

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.