Kabar18.com

Sabtu, 10 Oktober 2026

Bulog Proyeksikan Serapan Beras 130 Persen di Jakarta

Bulog menyebut penyerapan beras domestik telah mencapai 102 persen atau lebih dari 4 juta ton. Perusahaan memproyeksikan capaian 130 persen hingga akhir 2026.

Oleh

· 2 menit baca

Jakarta — Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) melaporkan penyerapan beras dalam negeri telah mencapai 102 persen atau lebih dari 4 juta ton hingga awal Oktober 2026. Proyeksi itu disampaikan Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Jakarta pada 8 Oktober 2026.

Bulog memperkirakan penyerapan dapat mencapai 130 persen dari target pemerintah hingga akhir 2026. Perusahaan juga menyebut kebijakan harga pembelian gabah kering panen di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram membantu memberi kepastian harga dan mendorong penyerapan hasil panen.

Data yang dikutip dalam laporan menunjukkan realisasi hingga 8 Oktober 2026 mencapai 4,11 juta ton atau 102 persen dari target pemerintah. Target penyerapan beras yang dibebankan kepada Bulog pada 2026 adalah 4 juta ton.

Serapan Bulog memperkuat kepastian harga petani

Bagi pembaca di sektor usaha dan ekonomi daerah, capaian tersebut menunjukkan besarnya peran Bulog dalam menyerap hasil panen sekaligus menjaga kepastian harga gabah. Direktur Utama Bulog menyatakan gabah petani dibeli dengan harga minimal Rp6.500 per kilogram sehingga tidak berada di bawah ketentuan pemerintah.

Kebijakan itu juga berkaitan dengan ketersediaan cadangan beras pemerintah dan keberlanjutan pasokan pangan nasional. Penyerapan yang telah melampaui target tahunan memberi ruang bagi Bulog untuk terus mengadakan beras selama sisa 2026.

Bulog menyatakan penyerapan belum berhenti karena capaian 102 persen tersebut terjadi sebelum Desember. Proyeksi perusahaan menempatkan realisasi akhir tahun pada 130 persen dari target pemerintah.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Entrepreneur

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.