Bursa Asia Bergerak Bervariasi di Tengah Risiko Timur Tengah
Bursa Asia dibuka bervariasi pada 12 Oktober 2026. Kospi Korea Selatan turun 1,34 persen, sementara S&P/ASX 200 Australia naik 0,61 persen di tengah perhatian pada konflik Timur Tengah.
Oleh Kevin Mikael Januar
· 1 menit baca
Jakarta — Bursa saham Asia dibuka bervariasi pada Senin, 12 Oktober 2026, dengan Kospi Korea Selatan turun 1,34 persen dan S&P/ASX 200 Australia naik 0,61 persen.
Pergerakan tersebut terjadi ketika investor mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah dan prospek musim laporan keuangan kuartal III-2026. Pasar juga memperhatikan potensi dampak ketegangan geopolitik terhadap pasokan dan harga energi.
Risiko energi menjadi perhatian investor Indonesia
Perubahan indeks saham utama Asia menjadi indikator sentimen pasar regional yang dapat memengaruhi persepsi risiko investor, termasuk terhadap aset dan pasar keuangan Indonesia. Kenaikan kekhawatiran mengenai pasokan energi berpotensi menjadi perhatian karena harga energi berkaitan dengan biaya produksi, transportasi, inflasi, serta kinerja perusahaan.
Di Korea Selatan, Kospi berada di zona merah pada awal perdagangan. Sebaliknya, S&P/ASX 200 Australia bergerak menguat. Pasar saham Jepang ditutup karena hari libur, sehingga tidak ikut memberikan pergerakan pada pembukaan bursa Asia hari itu.
Investor turut menunggu laporan keuangan kuartal III-2026 sebagai bahan untuk menilai kinerja perusahaan dan arah pasar berikutnya. Ketegangan di Timur Tengah menjadi faktor eksternal yang menambah perhatian terhadap prospek ekonomi dan pasar global.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Gaya Hidup
F&B ID Bawa Kuliner Asia ke Indonesia dengan Selera Lokal
F&B ID membawa kuliner Taiwan, Jepang, Korea Selatan, dan China ke Indonesia. Cita rasa serta konsepnya dikurasi agar sesuai dengan gaya hidup dan pre…
Terbaru di Internasional
Berita utama hari ini

Baca juga



