Kabar18.com

Minggu, 27 September 2026

China Desak Penghormatan Kedaulatan Teluk di PBB

China menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan negara-negara Teluk dalam Sidang Umum PBB. Beijing juga meminta penghentian ancaman terhadap Kuba serta pencabutan blokade dan sanksi.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan cakrawala gedung perkotaan di tepi perairan di bawah langit berawan.
Ilustrasi: Pemandangan cakrawala gedung perkotaan di tepi perairan di bawah langit berawan. · Foto: Thuan Pham / Pexels

New York — China menyatakan kedaulatan negara-negara di kawasan Teluk harus dihormati dalam pidato Wakil Presiden Han Zheng pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Sabtu, 26 September 2026. Dalam pidato yang tidak menyebut Amerika Serikat secara langsung itu, Han juga mendesak negara terkait menghentikan ancaman penggunaan kekuatan terhadap Kuba serta mencabut blokade dan sanksi terhadap negara tersebut.

Han menyampaikan posisi Beijing ketika China menanggapi kebijakan Amerika Serikat terkait Iran dan Kuba. Ia mengatakan kedaulatan dan keamanan negara-negara Timur Tengah, termasuk negara-negara Teluk, harus dihormati. Han juga menyerukan agar perbedaan dan perselisihan diselesaikan melalui dialog serta konsultasi.

Terkait Kuba, Han meminta negara yang disebutnya sebagai negara terkait segera menghentikan penggunaan ancaman kekuatan terhadap Kuba. Ia juga mendesak pencabutan segera dan menyeluruh atas blokade serta sanksi terhadap negara tersebut.

Posisi China berdampak pada isu luar negeri Indonesia

Pernyataan itu penting bagi pembaca Indonesia karena menyangkut sikap salah satu kekuatan utama dunia terhadap konflik dan tekanan ekonomi di kawasan Timur Tengah serta Karibia. Seruan untuk menghormati kedaulatan negara dan menyelesaikan perselisihan melalui dialog menjadi bagian dari posisi China di forum multilateral.

Pidato tersebut disampaikan di markas PBB di New York pada Sabtu, 26 September 2026. Reuters melaporkan bahwa Wakil Presiden China Han Zheng tidak menyebut Amerika Serikat secara langsung ketika menyampaikan seruan mengenai Teluk dan Kuba. Namun, isi pernyataannya menyinggung penghentian ancaman penggunaan kekuatan terhadap Kuba serta pencabutan blokade dan sanksi.

China juga menyerukan agar negara-negara besar menjalankan tanggung jawab khusus dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional, mematuhi aturan serta menjunjung supremasi hukum. Pernyataan China disampaikan dalam rangkaian pidato Sidang Umum PBB.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Internasional

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.