Kabar18.com

Rabu, 7 Oktober 2026

China Usir Pesawat Filipina dari Langit Scarborough Shoal

Militer China menyatakan mengusir pesawat C-208 Filipina dari atas Scarborough Shoal setelah insiden 3 Oktober. Filipina menyebut jet J-16 China mendekat secara berbahaya.

Oleh

Editor: Mursyid Sonsang

· 2 menit baca

Buka foto ukuran besar. Ilustrasi: Pemandangan udara gugusan atol dan terumbu karang di laut biru di bawah langit berawan.
Ilustrasi: Pemandangan udara gugusan atol dan terumbu karang di laut biru di bawah langit berawan. · Foto: Asad Photo Maldives / Pexels

Scarborough Shoal — Militer China menyatakan telah melacak, memantau, dan memperingatkan pesawat Cessna 208 Filipina untuk meninggalkan wilayah udara di atas Scarborough Shoal pada 3 Oktober 2026, dalam insiden yang diumumkan pada 7 Oktober 2026. Beijing menyebut wilayah itu Huangyan Dao.

Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat China mengatakan pesawat Filipina masuk secara ilegal ke wilayah udara yang diklaim China. Pernyataan itu disampaikan juru bicara militer China, Zhai Shichen, melalui WeChat pada 5 Oktober. China menyebut langkah pengusiran dilakukan sesuai hukum dan peraturan yang berlaku.

Versi Filipina berbeda. Angkatan Bersenjata Filipina mengatakan pesawat C-208 sedang menjalankan patroli maritim rutin di sekitar Bajo de Masinloc ketika bertemu dua pesawat militer China. Salah satunya diidentifikasi sebagai jet tempur J-16 yang berulang kali mendekat dan bermanuver dalam jarak dekat, termasuk di depan dan sekitar pesawat Filipina serta di jalurnya.

Menurut pernyataan Filipina, manuver tersebut menimbulkan risiko keselamatan penerbangan. Pesawat C-208 menyelesaikan patroli dan kembali tanpa insiden lanjutan. Laporan yang tersedia tidak menyebut korban dalam kejadian ini.

Ketegangan di Scarborough Shoal berdampak pada keamanan kawasan

Insiden ini memperlihatkan perbedaan klaim China dan Filipina atas wilayah strategis di Laut China Selatan. Scarborough Shoal berada di kawasan yang juga berkaitan dengan kepentingan keamanan dan pelayaran Indonesia, sehingga setiap pertemuan berisiko antara pesawat militer dapat meningkatkan ketegangan regional.

China menuduh Filipina melanggar kedaulatannya dan meminta Manila menghentikan tindakan provokatif. Sebaliknya, pihak Filipina menyebut penerbangan tersebut sebagai operasi patroli yang sah serta mengatakan akan terus menjalankan patroli rutin di Laut Filipina Barat.

Sumber

Baca berikutnya

  1. Lanjutan topik ini

  2. Terbaru di Internasional

  3. Berita utama hari ini

Baca juga

‹ Kembali ke beranda

Bagikan artikel

Bagikan sebagai gambar

Untuk Story Instagram, Status WhatsApp, atau TikTok. Tautan artikel ikut disalin supaya bisa ditempel di stiker Tautan.

Pratinjau kartu Story / Status untuk artikel ini
Story / Status · 9:16
Simpan gambar
Pratinjau kartu Feed untuk artikel ini
Feed · 4:5
Simpan gambar

Alat baca

Normal

Contoh ukuran teks isi artikel. Pilihan ini tersimpan di perangkat Anda.