DPR Minta Layanan Kesehatan Siaga Hadapi Asap Karhutla
Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah dan fasilitas kesehatan bersiap menghadapi dampak kabut asap karhutla, termasuk potensi kenaikan ISPA.
Oleh Asyinta Sastra
· 2 menit baca
Jakarta — Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Ia meminta pemerintah daerah, dinas kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kenaikan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) serta gangguan kesehatan lain akibat paparan asap.
Netty mengatakan kabut asap yang makin pekat dan memburuknya kualitas udara dapat mengancam kesehatan serta aktivitas masyarakat. Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, dan warga dengan gangguan pernapasan disebut memerlukan perhatian khusus. Perlindungan kesehatan, menurut dia, harus berjalan sebagai bagian dari penanganan karhutla, bersamaan dengan upaya pengendalian kebakaran.
Pemerintah juga didorong menyampaikan informasi kualitas udara secara berkala dengan bahasa yang mudah dipahami. Informasi itu perlu disertai panduan pembatasan aktivitas di luar ruangan, penggunaan masker yang sesuai, serta langkah yang perlu dilakukan ketika muncul gejala gangguan pernapasan.
Kesiapan layanan kesehatan menentukan perlindungan warga
Bagi pembaca Kabar18, kesiapan layanan kesehatan penting karena dampak kabut asap tidak berhenti pada kualitas udara. Warga terdampak membutuhkan akses pemeriksaan dan penanganan yang cepat, sementara fasilitas kesehatan perlu bersiap menghadapi kemungkinan bertambahnya pasien ISPA dan gangguan kesehatan lain.
Yahya meminta fasilitas kesehatan memaksimalkan triase, mengenali warga yang terus terpapar, menyediakan pertolongan sejak awal, serta menjaga kesinambungan perawatan bagi pasien yang kondisinya memburuk.
Netty menekankan bahwa layanan kesehatan yang siap harus disertai akses pemeriksaan dan penanganan cepat bagi warga terdampak. Pemerintah daerah, dinas kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit menjadi unsur layanan yang disebut perlu meningkatkan kesiapsiagaan.
Sumber
Baca berikutnya
Lanjutan topik ini

Pendidikan
Sekolah di Tana Tidung Beralih ke Belajar dari Rumah akibat Kabut Asap
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung mengalihkan pembelajaran tatap muka ke Belajar dari Rumah mulai 14 Oktober 2026 setelah kualitas…
Terbaru di Kesehatan
Berita utama hari ini

Baca juga





